Pendidikan & Kesehatan

Dibekali Surat Sehat, Para Calon Santri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Berangkat Bareng

Para calon santri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo berangkat bersama-sama dari PPST Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Ponorogo menjembatani keberangkatan para calon santri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Ratusan calon santri tersebut berangkat dari Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PST) Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto berbekal surat keterangan sehat.

Ratusan calon santri ini diantar para orang tua berangkat bersama-sama calon santri lainnya untuk mengikuti tes tulis yang akan digelar, Selasa (18/6/2020) besok. Meski dikoordinir berangkat sama-sama karena tidak diperbolehkan orang tua mengantar langsung lantaran pandemi Covid-19, mereka sepenuhnya belum diterima.

Pasalnya, pendaftaran secara online yang diikuti para calon santri tersebut masih sebatas seleksi administrasi. Sehingga para calon santri tersebut harus mengikuti tes tulis sebelum akhirnya dinyatakan diterima sebagai santri di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Pengumuman penerimaan calon santri sendiri tanggal 23 Juni 2020.

Salah satu calon orang tua santri, Muhammad Mansyur (40) mengatakan, pendaftaran dilakukan secara online sejak bulan ramadan lalu dan sudah dilakukan seleksi administrasi. “Ini belum diterima tapi karena orang tua tidak boleh mengantar langsung sehingga antara calon wali dijembatani oleh IKPM,” ungkapnya, Rabu (17/6/2020).

Lewat grup Whatsapp (WA) disepakati keberangkatan dilakukan secara bersama-sama. Menurut warga Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo ini, tidak ada syarat calon santri harus membawa hasil rapid test, namun hanya membawa surat keterangan sehat dan 10 hari sebelum keberangkatan para calon santri tidak boleh keluar rumah.

“Syaratnya bawa surat sehat dari RS setempat dan 10 sebelum berangkat hari ini sudah tidak boleh kemana-mana. Karena orang tua tidak boleh mendampingi ke pondok sehingga ada berangkat bareng. Kita berharap anak kira bisa diterima,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan pengurus Villa Doa Yatim Sejahtera, Dusun Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Mukhiddin. Ada satu anak asuhnya yang ikut dalam rombongan tersebut. “Satu cewek, Suci Beauty baru lulus SD. Syarat administrasi ya surat keterangan lulus dan surat sehat dari Dinkes terdekat,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator IKPM, Alfan Firdaus mengatakan, ada empat rombongan yang berangkat kali ini yakni tujuan Mantingan sebanyak 50 santri, Gontor 45 santri, Kediri 10 santri dan Magelang tujuh santri. “Dalam rombongan ini tidak hanya calon santri tapi juga ada yang kelas V dan ustad pengabdian,” jelasnya.

Titipan dari Bima, Bengkulu dan Bandung masing-masing satu orang. Dari calon santri tersebut ada satu calon santri asal Kota Mojokerto mengundurkan diri. Persiapannya sendiri, lanjut Alfan, satu bulan dan koordinasi IKPM serta wali santri. Mereka dibekali surat sehat serta hand sanitizer dan masker.

“Kekhawatiran dari calon wali santri jelas ada tapi IKPM pusat sudah memberikan pemahaman jika di sana aman, protokol kesehatan tetap dilakukan. Kemarin lusa rombongan dari Surabaya dan Kalimantan sudah berangkat, insya Allah aman. Iya masih ada tes tulis, kalau ada yang tidak diterima terkait kepulangannya masih menunggu maklumat dari pusat,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar