Pendidikan & Kesehatan

Di Ponorogo, Bawa Dua Lansia Bisa Ikut Vaksinasi

Pelaksanaan vaksinasi lansia di PCC. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Banyak cara dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah pusat. Mulai dari pemberitahuan lewat media massa, media sosial bahkan sampai sosialisasi langsung ke masyarakat.

Terobosan unik dilakukan di bumi reyog, Dinas Kesempatan (Dinkes) Ponorogo membuat pengumuman bahwa warga non-lansia bisa ikut vaksinasi, jika membawa 2 lansia untuk divaksin. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong vaksinasi lansia di Ponorogo agar mencapai target.

“Non-lansia membawa 2 lansia bisa ikut vaksin. Itu untuk mendorong vaksinasi lansia di Ponorogo cepat mencapai target,” kata Kadinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Kamis (20/5/2021).

Vaksinasi di Ponorogo ini, sampai saat ini masih menyasar 3 kelompok prioritas. Yang pertama untuk para tenaga kesehatan (nakes), kedua petugas pelayanan publik dan yang ketiga lansia. Sehingga di luar 3 kelompok prioritas yang memperoleh vaksinasi dari Pemerintah itu, warga bisa memanfaatkan program tersebut.

“Dengan begitu, harapannya sasaran lansia semakin banyak. Sebab ini juga sesuai arahan Menkes, lansia adalah kelompok rentan yang harus kita amankan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, untuk cepat mencapai target kekebalan kelompok (herd immunity), Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo terus melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warga bumi reyog. Bahkan, lebaran hari ke tiga, petugas sudah melakukan vaksinasi. Bertempat di Ponorogo City Center (PCC), vaksinasi masih menyasar kepada warga lanjut usia (lansia).

“Setelah lebaran hari ke dua, kita sudah mulai melakukan vaksinasi lagi,” kata Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini.

Target 5.000 dosis vaksin AstraZeneca rencananya akan disuntikan kepada lansia. Peruntukan vaksinasi ini, untuk lansia di wilayah kecamatan kota dan Kecamatan Babadan. Selain itu juga beberapa wilayah yang mendaftar secara online.

Dari catatan Dinkes, lansia di wilayah kecamatan kota yang sudah daftar offline sekitar 1.500 orang. Sedangkan di Kecamatan Babadan ada 600 lansia. Sementara lansia yang daftar secara online mencapai 800 orang.

“Jumlah lansia yang mendaftar secara online ini masih akan berpotensi bertambah, sebab kami belum menutup pendaftarannya,” katanya. [end/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar