Pendidikan & Kesehatan

Di Kabupaten Mojokerto, Ada 97 Remaja Hamil di Luar Nikah

Dinas P2KBP2 Kabupaten Mojokerto menggelar sosialisasi program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk wartawan.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kasus perempuan dan anak tahun 2020 di Kabupaten Mojokerto turun drastis, terutama kasus hamil di luar nikah. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (P2KBP2) Kabupaten Mojokerto mencatat, hingga awal Oktober ada 97 kasus hamil di luar nikah.

“Hamil di luar nikah, sekitar 97 kasus hingga awal Oktober. Turun drastis. Kalau 2013 ada 1.272 kasus, turun 1.058 kasus di 2014 dan hingga awal Oktober 2020 ada 97 kasus. Sudah rendah sekali,” ungkap Kepala Dinas P2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadhi saat sosialisasi program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk wartawan, Selasa (27/10/2020).

Masih kata Joedha, untuk kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ada 14 kasus, pelecehan anak tiga kasus dan hak asuh anak tiga kasus. Menurutnya, turunnya kasus perempuan dan anak di Kabupaten Mojokerto karena berfungsinya Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) serta Generasi Berencana (GenRe).

“Di masing-masing desa sudah kami bentuk. Jadi tokoh masyarakat itu ngerti aturan hukum tentang perlindungan anak dan perempuan dan juga semuanya sudah ber SK dan dilantik oleh Bupati. Di mana-mana kehamilan tinggi kalau kita bicara KB. Di tempat kami karena juara nasional, pencapaiannya 650,4 persen dari perkiraan permintaan masyarakat (PPM),” jelasnya.

Joedha menambahkan, untuk itu Dinas P2KBP2 Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan fasilitas kesehatan (fakes), puskesmas, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan praktek bidan mandiri untuk mencari aksebtor. Yakni orang yang menerima serta mengikuti program Keluarga Berencana (KB).

“Dimana pandemi saat ini, orang tidak ada hiburan, hubungan seks dan hamil. Itu akan menjadi bom makanya saya melakukan satu bakti sosial untuk pembatasan kelahiran makanya saya juara nasional. Yakni Juara II nasional dengan capaian akseptor terbanyak dalam kegiatan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor,” tegasnya.

Banyaknya kasus hamil di luar nikah, lanjut Joedha, terjadi karena pergaulan bebas dan sekolah kejuruan. Di 2019, Dinas P2KBP2 Kabupaten Mojokerto menemukan tiga kasus siswa-siswi sekolah kejuruan yang melakukan praktik multimedia dengan pembuatan video porno.

“Pertama pergaulan bebas, yang kedua karena maaf karena ada sekolah SMK yang jurusan multimedia sehingga praktik dan teorinya itu untuk membuat purno. Yang jadi bintang film anak SMK sendiri, yang membuatnya sendiri. Ditemukan semacam itu ada tiga kasus, di SMK swasta di Kabupaten Mojokerto tahun lalu,” jelasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar