Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Di Hadapan Ulama, Erick Thohir Janji Tingkatkan SDM Santri

Gresik (beritajatim.com) – Menteri BUMN Erick Thohir melakukan tour safari di sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur. Kali ini, mantan pemilik Klub Inter Milan Italia itu berkunjung ke Ponpes Pesantren (Ponpes) Qomaruddin Bungah, Gresik, Jumat (10/02/2022). Kedatangan terkait kolaborasi tanggungjawab sosial dan lingkungan (TJSL) BUMN Program Bisnis Terapan (vokasi) Pondok Pesantren.

Selama dua jam lebih, di hadapan ulama santri, Erick Thohir memberikan pemaparan cara meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pondok pesantren yang sebelumnya masih dianggap kelas dua.

Erick Thohir tidak sendiri. Menteri BUMN itu juga mengajak 31 perusahaan ‘plat merah’ untuk bersama-sama membantu meningkatkan SDM di pesantren. Sebelum memberikan pemaparan lebih jauh lagi, dia sempat bertanya di hadapan para santri dan santriwati.

“Program ini Kementrian BUMN ini akan dilanjutkan apa tidak? Kalau dilanjutkan lagi seperti apa, kalau tidak alasannya apa?,” tanya Erick Thohir.

Mendapat jawaban itu, ratusan santri yang hadir menjawab tetap dilanjutkan. Spontan setelah mendengar jawaban itu, Erick Thohir menuturkan, program yang digagas Kementrian BUMN ini bukan setengah-setengah. Sebab kolaborasi bisa meningkatkan SDM sebagai bangsa yang besar. Bukan sebaliknya hanya sebagai penonton.

“Di Kementrian BUMN kami terus memperbaiki diri sendiri, dan bertranformasi. Hasilnya, BUMN yang semula untung Rp 13 triliun sekarang untungnya bisa Rp 126 triliun. Keuntungan ini diberikan ke negara supaya bisa membuat kesejahteraan yang pro rakyat. Contohnya, ada vaksin gratis dan pengobatan gratis. Termasuk diantaranya, pendidikan vokasi buat santri,” tutur Erick Thohir.

Ia menambahkan, ke depan program corporate social responbility (CSR) di Kementrian BUMN strateginya akan dirubah dan lebih difokuskan ke pendidikan vokasi di sejumlah pondok pesantren.

“Harapannya melalui pendidikan itu, santri yang semula mendapatkan pendidikan vokasi dari para akademisi. Setelah selesai sekolah kembali ke pesantrennya bisa mengaplikasi ilmu yang didapatnya,” imbuhnya.

Sementara KH.Muhammad Nawawi selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin mengatakan, dirinya mengapresiasi apa yang diinisiasi oleh Kementrian BUMN guna meningkatkan SDM di pesantren.

“Pesantren jangan lagi dinomorduakan, kami juga ingin bertransformasi seperti perusahaan BUMN. Sehingga, tidak ada lagi pendidikan di pondok pesantren masuk kategori kelas dua,” pungkasnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar