Pendidikan & Kesehatan

Dewan Pendidikan Sayangkan Siswa Ikut Demo di Pamekasan

Sejumlah siswa di Pamekasan, ikut serta dalam demonstrasi tolak RUU di depan Gedung DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten, Jum'at (27/9/2019).

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pendidikan Pamekasan, M Sahibudin sangat menyayangkan siswa sekolah tingkat menengah dan tingkat atas (SMP dan SMA) ikut serta dalam demonstrasi di Gedung DPRD Pamekasan, Jum’at (27/9/2019) kemarin.

Demonstrasi yang digagas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bumi Gerbang Salam, justru dijadikan sebagai ajang ‘unjuk gigi’ bagi siswa SMA maupun SMA untuk ambil bagian dalam aksi menolak berbagai Rencana Undang-Undang alias RUU.

Terlebih aksi tersebut berujung ricuh dan menyisakan banyak kerusakan sejumlah fasilitas pemerintah di sepanjang Jl Kabupaten, apalagi aparat pengamanan juga terpaksa membubarkan tumpukan massa dengan melemparkan bom asap disertai waterconan.

Sejumlah siswa bergabung dengan ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten.

“Tentunya kami sangat menyayangkan karena saat jam belajar ada siswa yang ikut demo, artinya mereka ada yang mengompori. Bisa dari oknum guru atau kepala sekolah yang bersangkutan kurang mampu mengelola sekolah, apalagi sampai ada perusakan,” kata M Sahibudin kepada beritajatim.com, Sabtu (28/9/2019).

Selain itu pihaknya menyampaikan partisipasi siswa yang terlibat aksi di gedung wakil rakyat sangat tidak dibenarkan, terlebih mereka juga tidak paham terhadap aspirasi yang hendak disampaikan. “Kami atas nama pribadi dan atas nama Ketua Dewan Pendidikan, tidak setuju dan sangat menyayangkan. Kami yakin mereka (siswa) tidak paham dan hanya terprovokasi,” ungkapnya.

“Semestinya pihak sekolah harus memberikan pemahaman kepada para guru agar siswanya tidak ikut aksi seperti yang terjadi di daerah lain. Bisa saja ada oknum guru yang sangaja membiarkan siswanya ikut demo, atau diajak kakak kelas mereka yang saat ini sudah menjadi mahasiswa,” imbuhnya.

Bahkan pihaknya berencana untuk segera memanggil instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan maupun Disdik Provinsi Jawa Timur, demi menjaga nama baik Pamekasan sebagai Kota Pendidikan. “Dalam waktu dekat kami akan segera bertemu dengan pihak terkait untuk membahas persoalan ini,” tegasnya.

“Dari itu kami mengimbau kepada instansi terkait agar lebih intens melakukan pembinaan dan bimbingan kepada bawahannya. Termasuk aspek moralitas dan karakter siswa yang belakangan ini kelihatannya semakin jauh dari harapan para orang tua,” pungkasnya. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar