Pendidikan & Kesehatan

Deteksi Dini Virus Covid-19, Ini Himbauan Dinkes Kabupaten Mojokerto

Sekretaris Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Ulum Rokhmat Rokhmawan.

Mojokerto (beritajatim.com) – Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, seseorang disarankan untuk melakukan deteksi dini terkait kesehatannya. Jika terdeteksi lebih awal bisa dilakukan semua orang, maka harapannya dapat mengurangi penyebaran virus ke orang lain.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan, ada beberapa tahapan untuk mendeteksi virus Covid-19 dalam diri kita. “Pertama riwayat perjalanan, kedua riwayat kontak, riwayat penyakit. Apa yang dirasakan? Pada prinsipnya semua merasakan yang sama,” ungkapnya, Selasa (3/8/2021).

Sehingga, lanjut dr Ulum, tidak ada sakit yang tidak memiliki sejarahnya. Sehingga salah satu pertanyaan adalah riwayat perjalanan dan riwayat perjalanan. Karena tidak ada istilah langsung sakit, bisa jadi sebelum sakit bertemu dengan saudara yang sakit atau bertemu saudara tidak kelihatan sakit tapi bawa penyakit.

“Tanda yang paling kelihatan dimana. Jika merasakan seperti mau flu, linu-linu di kaki dan otot, males mikir, ngantuk, capek ya istirahat. Fungsi istirahat adalah mengembalikan sel yang tadi kecapean, memberikan kesempatan istirahat kepada sel-sel tadi dan mengoptimalkan sel untuk melawan benda asing yang masuk ke tubuh kita,” urainya.

Mulai dari gejala meriang sampai panas, capek, letih, lesu, nyeri sendi dan nyeri kepala. Jika sudah mengalami kondisi seperti ini, masih kata dr Ulum, alangkah lebih baik untuk istirahat. Menurutnya, virus Covid-19 ada gejala khasnya yakni penciuman berkurang dan lidah tidak bisa merasakan.

“Tidak bisa mencium, makan tidak terasa maka arahnya sudah ke Covid. Ya, istirahat. Nah kalau sudah seperti itu, karena penularannya lewat pernapasan ya istirahatnya sendirian. Jangan isoman tapi makan bareng, jangan. Nah dengan kondisi seperti itu selain istirahat, ngantuk tidur, kalau lapar buruan makan,” katanya.

Jika lapar namun mulut tidak mau makan, hendaknya dipaksa untuk makan. Haus langsung minum, namun disarankan minum air tidak harus menunggu haus sehingga harus lebih banyak minuman air putih. Jika ada vitamin maka disarankan untuk minum vitamin, namun jika tidak bisa buah-buahan.

“Jangan bingung cari vitamin, semua vitamin baik. Kalau tidak ada vitamin yang table, ya di sekitar kita banyak, banyak yang bisa kita manfaatkan sebagai pengganti vitamin. Minum jeruk, makan mangga, pisang, manggis, klengkeng, banyak yang bisa kita konsumsi yang mengandung vitamin. Dikatakan saat ini, perlu mineral tinggi. Kalsium tinggi,” katanya.

Menurutnya, banyak sayuran yang bisa dikonsumsi dan dimanfaatkan. Seperti bayam, kangkung, lobak, sawi hijau dan brokoli. dr Ulum menjelaskan, jika Indonesia kaya tanaman rempah-rempah dan obat. Hal ini, juga bisa dimanfaatkan sebelum memiliki gejala yang lebih jauh.

“Kita punya kearifan-kearifan lokal, kita punya banyak persediaan kunir, sinom, beras kencur, wedang jahe, wedang uwuh. Obat mengikuti, antibiotik. Semua bisa dimanfaatkan tapi karena ini wabah, riwayat perjalanan, memiliki riwayat kontak dan gejala ya lebih baik berkoordinasi dan berkomunikasi dengan tenaga kesehatan terdekat,” sarannya.

Sehingga jika ada perkembangan yang tidak baik, tegas dr Ulum, bisa tertanggani lebih dini. Karena semua penyakit termasuk Covid-19, deteksi dini dan penangganan lebih dini akan lebih memperbesar untuk bisa lebih selamat dan sehat. Selain itu, juga tidak berisiko menularkan ke orang lain.

“Jadi diri kita ini sudah dikasih, sensor oleh Yang Maha Kuasa. Kalau kita butuh pertolongan, dikasih warning. Kalau orang kecapean dan meriang kena virus, pasti sudah ada tanda-tanda awal. Karek diakoni opo enggak (tinggal diakui apa tidak, red). Dipaksa atau tidak, kalau sudah seperti istirahat dan makan,” ujarnya.

dr Ulum menambahkan, jika memang memiliki gejala seperti itu agar menghindari kontak dengan orang banyak. dr Ulum mengaku, banyak masyarakat yang tidak terbuka terkait kondisi kesehatannya sehingga hal ini menjadi tugas tenaga kesehatan (nakes) saat strening dan tracing.

“Ini ada yang sakit, akan terdeteksi pada saat ada yang kontak. Sehingga ada pemeriksaan, diperiksa suhu, diperiksa tekanan darah, diperiksa nadi, diperiksa paru-paru, di rumah sakit diperiksa secara lengkap. Ada kelaian atau tidak, akhirnya butuh seperti itu jika tidak mengakui dirinya sakit,” jelasnya.

Hal yang dikhawatirkan, lanjut dr Ulum, jika tidak mengakui kondisi kesehatannya dalam gejala tersebut dan tidak mengakui akan terjadi gejala berat. Karena sel-sel tubuh tidak sempat istirahat, tidak sempat dikasih makan dan dipaksa terus untuk bekerja. Padahal, harus melawan virus.

“Kalau sudah kondisi berat, ya kasihan. Kasihan sel tubuhnya, otomatis tubuhnya sendiri juga kasihan. Ini biasanya yang sulit untuk diselamatkan. Sehingga disarankan, istirahat, tidur, makan yang banyak dan minum vitamin. Biasanya virus masuk di hari ketiga, hari kelima, tujuh, di masa ini kita memang banyak istirahat,” paparnya.

Sehingga disarankan untuk isolasi mandiri (isoman) hingga tujuh hari dan disarankan untuk tidak kecapekan. Himbauan, pungkas dr Ulum, tetap 5M. Yakni mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” tegasnya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar