Pendidikan & Kesehatan

Desa Sooko di Kabupaten Mojokerto Targetkan Bebas ODF Tahun 2020

Plt Bupati Mojokerto di acara deklarasi bebas ODF. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Desa Sooko di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto melakukan deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defecation Free (ODF) 2019. Deklarasi yang dihadiri Plt Bupati Mojokerto ini, menargetkan tahun 2020 bebas ODF.

Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, selain faktor kesadaran masyarakatnya, mewujudkan ODF sangat berkaitan dengan ketersediaan air bersih. “Selain Sooko, ada beberapa kecamatan lain yang sudah mendeklarasikan ODF yakni Dawarblandong dan Dlanggu,” ungkapnya, Senin (23/12/2019).

Namun Pemkab Mojokerto juga sudah komitmen untuk mencapai hal tersebut di semua wilayah Kabupaten Mojokerto. Selain itu, tegas Plt Bupati, strategi pembangunan kesehatan di Indonesia dibangun dengan tiga pilar. Yakni paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dari 3 paradigma tersebut, tertuang dalam RPJMD serta visi misi Pemkab Mojokerto. Pada akses pelayanan kesehatan, 25 puskesmas di Kabupaten Mojokerto sudah akan mendapat akreditasi dari Komisi Akreditasi Kementrian Kesehatan RI. Diperkirakan sampai dengan akhir 2019, seluruh puskesmas (27 puskesmas) di Kabupaten Mojokerto bisa terakreditasi.

Selain itu, beberapa puskesmas di Kabupaten Mojokerto juga telah mengantongi beberapa prestasi membanggakan. Antara lain, Puskesmas Bangsal dengan inovasi Gemar Bertasbi yang masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018, Budidaya Lele Penanggulangan Gizi Buruk (Bule Gazibu) milik Puskesmas Puri yang masuk inovasi Jawa Pos Award 2018.

Puskesmas Puri juga ada Kelompok Budaya Kerja Sehati Puskesmas Dawarblandong yang berhasil masuk seleksi tingkat provinsi. Terbaru, inovasi Nenek Cantik Pejuang ASI (NENCI) UPT Puskesmas Gayaman Kecamatan Mojoanyar, berhasil masuk dalam Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) se-Jawa Timur pada 3 Desember 2019 lalu.

“Prestasi-prestasi di atas adalah salah satu wujud upaya promotif dan preventif, untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang sehat. Kegiatan ini semoga menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kabupaten Mojokerto untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) salah satunya dengan tidak BAB sembarangan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Sooko, Heppy Iswahyudi berharap agar kecamatan lain dapat mengikuti deklarasi yang sama ke depannya. “Desa Sooko sudah berkomitmen untuk STOP BABS, dan mendukung kegiatan deklarasi ODF agar dapat dicontoh dengan desa lainnya, serta dapat memaksimalkan APBDes,” tuturnya.

Deklarasi ODF ditandai dengan pembacaan deklarasi ODF dan penandatanganan komitmen oleh Kepala Dusun Mengelo, Khalul Fidiyan diikuti sepuluh RW, dilanjutkan penyerahan sertifikat ODF kepada para kepala desa. Kegiatan ditutup dengan pemberian santunan kepada Lansia dan anak yatim. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar