Pendidikan & Kesehatan

Desa Bendung Kabupaten Mojokerto Diresmikan Sebagai Kampung Tangguh Semeru

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi meresmikan Kampung Tangguh Semeru di Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) –┬áDesa Bendung di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto diresmikan Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menjadi Kampung Tangguh Semeru, Senin (1/6/2020). Kampung Tanggung Semeru dibentuk sebagai kampung mandiri dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

Bupati Mojokerto Pungkasiadi melakukan penguntingan pita didampingi Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur Mojokerto Kombespol Indra, Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto dengan didampingi unsur Forkopimda lainnya.
Usai peresmian, bupati dan jajaran melakukan kunjungan stan-stan di Posko Kampung Tangguh Semeru. Adapun stan-stan yang disiagakan di Posko Kampung Tangguh Semeru antara lain stand divisi ketangguhan informasi, divisi budaya, divisi ketahanan pangan.

Dalam kunjungan juga dilaksanakan rapid test bagi para warga desa. Kampung Tangguh Semeru sendiri dibentuk secara swadaya oleh dan untuk desa itu sendiri. Dalam pelaksanaannya, Kampung Tangguh minimal memiliki tiga satgas. Yakni satgas tangguh kesehatan, satgas tangguh pangan dan satgas peduli (edukasi, budaya dan psikologi).

Peresmian Desa Bendung sebagai Kampung Tangguh Semeru di wilayah hukum Polresta Mojokerto tersebut bertepatan dengan Hari Lahirnya Pancasila dan juga hari ulang tahun orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto tersebut. Yakni Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

“Dampak Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, turut terjadi juga di Bendung. Saat ini sudah ada lima warga yang positif Covid-19. Dari Kampung Tangguh Semeru ini, kita kedepankan rasa gotong royong, disiplin dan mandiri menanggulangi pandemi,” ungkap Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

Pasalnya, yang paling paham tumpuan penguatan itu semua sebenarnya adalah masyarakat yang terdampak sendiri. Menurutnya, peran masyarakat menjadi kekuatan. Bupati didampingi Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi beserta OPD, pada harapan dan doanya mengucapkan syukur atas nikmat kesehatan yang dianugerahkan.

“Bersyukur sekali di usia 51 tahun, masih diberi kesehatan. Semoga kita semua juga dianugerahi kesehatan, terutama untuk bekerja bersama membangun Kabupaten Mojokerto lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, Kampung Tangguh Semeru ini adalah pilot project kolaboratif, berupa gerakan atau aksi nyata di daerah yang ditunjuk karena terindikasi penyebaran Covid-19. Elemen masyarakat yang aktif baik personal atau kelompok, juga turut dilibatkan.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi meresmikan Kampung Tangguh Semeru di Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]
“Kampung Tangguh Semeru pun mendapat pendampingan khusus dari stakeholders yang terfokus di wilayah hukum Polresta Mojokerto,” pungkasnya.

Data Sebaran Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto per 1 Juni 2020, jumlah total pasien positif terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 37 orang. Dengan rincian, 33 pasien masih menjalani perawatan, dua pasien telah dinyatakan sembuh dan dua pasien telah meninggal dunia.

Sementara di Desa Bendung, Kecamatan Jetis ada lima pasien positif Covid-19. Yakni pasien positif 03 yakni JS (50) laki-laki yang berprofesi sebagai sopir, pasien positif 04, S (46) yang merupakan istri dari pasien positif 03. Pedagang mlijo, IF (35) yang merupakan pasien positif 05 tetangga pasangan suami-istri (pasutri) pasien positif 03 dan 04.

Pasien positif 18 yakni GA (4,5) anak pasutri 03 dan 04 serta yang terakhir dinyatakan positif terpapar Covid-19 yang hasil swab baru keluar, Minggu (31/5/2020) kemarin yakni S (40) yang menjadi pasien positif 33 Kabupaten Mojokerto.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar