Pendidikan & Kesehatan

Depresi Berkepanjangan Bisa Sebabkan Ini

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai tuan rumah acara tahunan CIMSA (Center For IndonesianĀ  Medical Student Activities), Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mengangkat tema ‘Breaking The Stigma of Dementia to Lead a Fulfilling Life’.

CIMSA merupakan gabungan dari 25 Universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran se Indonesia. Kegiatan ini bernama IDT (Indonesian Disease Today) dan pada hari ini salah satu rangkaian acaranya adalah Clinical Physic ke Posyandu Lansia di Puskesmas Wage Jojoran 1 Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, para lansia diajak mengikuti berbagai kegiatan seperti senam, pemeriksaan kesehatan, anamnesis dan pemeriksaan fisik gratis. Selain itu karena tema besar adalah demensia, para lansia ini diberikan screening MMSA yakni screening untuk mengetahui kemungkinan terjadinya demensia.

Juga adanya konsultasi dengan Psikiatri yang diwakili oleh dr Windy Tiandini. Dr Windy menyebut bahwa ada banyak penyebab demensia yakni antara lain, Alzheimer, Penyakit Komorbid, dan Depresi Berkepanjangan.

“Alzheimer merupakan penyakit genetik, jadi bisanyanya tergantung keturunan. karena oksidan yang jelek menyebabkan kematian sel di otak jadi lebih cepat dibanding orang normal. Kematian sel ini menyebabkan volume otak (terutama hippocampus) mengecil. Sel sel otak itu berbeda dengan sel lainnya karena tidak bisa regenerasi sehingga menyebabkan otak tidak bisa merespon memori,” ujar dr Windy, Sabtu (7/3/2020).

Selain itu penyakit komorbid seperti stroke, penyakit kardiovaskuler, penyakit metabolik, parkinson, juga bisa menyebabkan demensia. Depresi berkepanjangan juga bisa menyebabkan demensia.

dr Windy juga memberikan pemahaman lebih lanjut terkait demensia atau kepikunan yakni orang orang disekitarnya harus memahami kalau demensia tidak akan sembuh.

“Obat-obatan hanya memperlambat prosesnya. Mengerti bahwa kognitif orang dengan demensia menurun (mulai dari kesulitan mengontrol emosi hingga perubahan perilaku), sehingga yang perlu diingat adalah kognitif otaknya mungkin bisa berkurang, tapi perasaan masih bisa merasa, jadi perilaku kita yang bisa membuat orang dengan demensia sedih dan depresi dapat membuat proses demensia jadi dipercepat,” terangnya.

Selain itu dr Windy memberikan tips kepada masyarakat agar pencegahan terjadinya resiko dari demensia.

1. harus lihat keluarga yang ada riwayat demensia
2. hindari depresi berkepanjangan
3. kalau sudah menginjak usia lanjut, usahakan otak tetap aktif (ikut posyandu lansia, perbanyak aktifitas menggunakan otak dengan cara main TTS, mengaji, ke gereja ). [adg/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar