Pendidikan & Kesehatan

Denda Tak Pakai Masker, Jumlah Total di Malang Capai Rp 25 Juta

Malang (beritajatim.com) – Hingga 4 Oktober 2020 kemarin, uang denda sanksi operasi yustisi warga tak memakai masker di Kabupaten Malang sudah terkumpul sebanyak Rp 25 juta.

“Jadi itu mulai tanggal 14 September 2020 sampai 4 Oktober 2020 dan penindakannya kurang lebih kepada 15.900 pelanggar protokol kesehatan dan berhasil mengumpulkan sanksi sebesar Rp 25 juta,” ungkap Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, Selasa (6/10/2020).

Mando menjelaskan, penindakan yang dilakukan ke 15.900 pelanggar itu bukan hanya denda sanksi yang merupakan hasil sidang di tempat operasi yustisi.

“Tapi juga ada denda penyitaan KTP, sanksi sosial bersih-bersih atau push-up. Itu semua tergantung apakah ketika operasi yustisi ada hakim. Kalau ada hakim dan dilakukan sidang maka akan ada sanksi tipiring,” tegasnya.

Saat disinggung berapa banyak warga yang terkena sanksi denda, Mando mengatakan dari 15.000 pelanggar hanya terdapat 1394 pelanggar yang dikenai sanksi denda.

“Dan data ini hanya merupakan data yang dilakukan satpol PP sebagai penegak Perda terkait sanksi denda. Beda data yang ada di Polres Malang,” paparnya.

Sebagai informasi, denda sanksi operasi yustisi bagi pelanggar yang tidak menggunakan masker berasal Perda dari (Peraturan Daerah) Provinsi Jawa Timur nomor 2 tahun 2020 dan Perbup (Peraturan Bupati) Malang nomor 20 tahun 2020.

Dalam Perbup Malang nomor 20 tahun 2020 itu jika ketahuan tidak menggunakan masker akan dikenakan sanksi denda Rp 100 ribu. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar