Pendidikan & Kesehatan

Denda Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 di Bojonegoro Total Rp 18 Juta

Bojonegoro (beritajatim.com) – Operasi Yustisi untuk meningkatkan kedisiplinan warga dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro mulai dilakukan September 2020 lalu. Hingga kini, penindakan untuk mendisiplinkan warga tersebut masih terus digelar.

Operasi yustisi sebagian besar dilakukan di tempat-tempat kerumunan dan pengguna jalan. Dalam operasi tersebut warga yang melakukan aktivitas diluar ruangan dan tidak memakai masker dilakukan tindak pidana ringan (tipiring) dan disidangkan di Pengadilan Negeri Bojonegoro.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro Sutikno mengatakan, sejumlah pelanggar yang sudah disidangkan dan sudah menjalani putusan oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro sudah ada sebanyak 231 pelanggar. Dengan total nilai denda Rp 18.150.000 yang disetor ke daerah.

Persidangan sudah digelar sebanyak empat gelombang, pertama pada 21 September dengan jumlah pelanggar sebanyak 14 orang, denda yang masuk ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro sebesar Rp 750 ribu. Kemudian pada sidang gelombang kedua, 25 September sebanyak 113 pelanggar dengan nilai denda Rp 9.073.000.

Sidang gelombang ketiga digelar pada 1 Oktober dengan pelanggar yang disidangkan sebanyak 68 pelanggar dengan nilai denda sebesar Rp 5.309.000 dan sidang gelombang keempat ada 36 pelanggar dengan denda sebesar Rp 3.018.000. “Denda disetor ke daerah,” ujarnya, Jumat (9/10/2020).

Operasi yustisi mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, Dan Pelindungan Masyarakat.

Serta Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro Nomor 38 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Di Kabupaten Bojonegoro. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar