Pendidikan & Kesehatan

Dekat Gedung Observasi Covid-19, MAN Kota Mojokerto Sepi Peminat

Proses PPDB di MAN Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dijadikan gedung Observasi Covid-19 di Kota Mojokerto menyebabkan Pendaftaran Penerimaan Siswa Baru (PPDB) MAN Kota Mojokerto sepi peminat. Ini lantaran jarak antara Rusunawa dan MAN hanya 100 meter.

Ditambah, aktifitas sehari-hari di Rusunawa yang sudah ditempati sejak awal bulan Mei 2020 lalu tampak mencolok. Sejumlah petugas terlihat mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sehingga menimbulkan keengganan masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke MAN Kota Mojokerto.

Kepala MAN Kota Mojokerto, Bagus Setiaji mengatakan, PPDB dibuka sejak bulan Maret 2020 lalu. Namun dari kuota sebanyak 350 kursi untuk 10 kelas tersebut baru ada 158 pendaftaran calon peserta didik baru. “PPDB sudah dibuka sejak bulan Maret 2020 lalu, baik melalui jalur rapot, maupun online,” ungkapnya, Rabu (17/6/2020).

Masih kata Bagus, padahal biasanya calon peserta didik baru di MAN Kota Mojokerto sudah mencapai 300 pendaftar. Bagus menduga sepinya calon peserta didik baru di MAN Kota Mojokerto lantaran gedung MAN yang berdiri sejak tahun 1997 tersebut berhadapan dengan gedung Observasi Covid-19 Rusunawa Cinde.

“Di depan MAN dipakai observasi Covid-19, jadinya menimbulkan Image yang kurang baik bagi MAN Kota. Sebagian yang tidak paham takut dengan kondisi ini, sebenarnya kan aman. Kalau lebih dari 2 meter kan sudah aman, jarak kita ini kan 100 meter. Jadi amat sangat aman tapi masyarakat kadang-kadang ada yang masih kurang paham sehingga takut,” katanya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana calon PPDB di akhir waktu pendaftaran justru melebihi kuota pagu yang dimiliki sekolah. Yakni mencapai 450 pendaftar. Namun saat ini, baru 158 pendaftar dan yang daftar ulang baru 100 calon siswa saja. Sehingga pihaknya memperpanjang jadwal pendaftaran PPDB baik jalur rapot maupun online.

“Kita perpanjang hingga awal bulan Juli 2020 nanti sebelum awal tahun ajaran baru dimulai tanggal 13 Juli 2020 nanti. Semoga masyarakat paham kondisi seperti ini, karena MAN juga sudah berkembang dan diminati masyarakat dengan berbagai program islami, baca Al Quran di pagi hari, hafalan hadis. Kondisi seperti ini cepat berlalu biar bisa kembali normal,” ujarnya.

Selain memperpanjang PPDB baik jalur rapot maupun online hingga awal bulan Juli 2020, pihak sekolah juga membuat video terkait kondisi MAN Kota Mojokerto aman dari virus corona. Pihaknya juga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mau membantu sosialisasi terkait keberadaan lingkungan sekolah bebas dari Covid-19.

“Kita sudah usul ke Pemkot Mojokerto sebisa mungkin Rusunawa tidak dipakai untuk observasi Covid-19 karena berdekatan dengan sekolah sebelum digunakan sebagai gedung observasi. Tapi kami malah ditegur jangan sampai dianggap menggangu pemerintah dalam penanggulangan Covid-19. Tidak ada solusi, kita sendiri harus proaktif bersosialisasi,” tegasnya.

Menurutnya, MAN Kota Mojokerto sudah proaktif sejak awal dibukanya pendaftaran. Yakni melakukan upaya sosialisasi dengan mengundang Satgas Covid-19 dari Dinkes Kota untuk memberikan testimoni kepada masyarakat bahwa kondisi lingkungan sekolah betul-betul dalam kondisi aman. Ini untuk menyakinkan para orang tua agar tetap mendaftarkan anaknya di MAN Kota Mojokerto.

Sementara itu, salah satu calon siswa, Dinasti berlian Ariska (16) mengaku, sedikit khawatir mendaftar di MAN Kota Mojokerto karena memiliki jarak tak jauh dari gedung Observasi Covid-19. “Sebenarnya lumayan takut sih, tapi kan protokol kesehatan lebih diutamakan jadi rasa takutnya berkurang,” tuturnya.

Masih kata pelajar asal Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ini, karena menjadi siswa di MAN Kota Mojokerto sudah menjadi keinginannya. Apalagi sekolah tersebut dinilai ada ciri khas tersendiri dan orang tuannya mendukungnya untuk sekolah di MAN Kota Mojokerto.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar