Pendidikan & Kesehatan

Dekan FEB Unej: Audit BPK Harus Ditindaklanjuti

Jember (beritajatim.com) – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember M. Moqdad mengingatkan agar semua pihak di pemerintahan dan perusahaan taat pada aturan, termasuk dalam menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan.

Sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler Unej di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (19/6/2020), Moqdad mengatakan, ada temuan 9499 masalah akibat ketidakpatuhan dari peraturan perundangan yang berlaku. Ini berdasarkan laporan resmi BPK dua tahun lalu. Ketidakpatuhan ini memunculkan potensi kerugian negara sebesar Rp 35 triliun.

Masalah ini ini disebabkan beberapa hal, antara lain kelemahan sistem pengendalian internal, kekurangtaatan terhadap undang-undang, penganggaran yang tidak efektif dan efisien yang berdampak pada kerugian negara. “Oleh sebab itu yang paling penting dari proses audit itu adalah tindak lanjut,” kata Moqdad.

Moqdad mengatakan, hasil-hasil temuan BPK harus ditindaklanjuti oleh objek audit, baik dari pemerintahan ataupun dari perusahaan. Tindaklanjut ini merupakan bagian dari ketaatan terhadap aturan yang berlaku.

Sementara itu, Rektor Unej Iwan taruna mengatakan, proses audit pada masa normal dan masa kedaruratan seperti pandemi Covid-19 memiliki perbedaan. Namun dia mengingatkan bahwa keduanya tidak bisa meninggalkan efektivitas dan kualitas audit.

“Dunia auditor tentu bukan sesuatu yang asing bagi suatu organisasi atau perusahaan, karena dari aktivitas ini akuntabilitas tim manajemejn dapat diukur, sehingga memberikan kepercayaan pada stakholder organisasi tersebut,” kata Iwan. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar