Pendidikan & Kesehatan

Dede Satoe Edustore Ubaya Upaya Penguatan Ekonomi UKM di Masa Pandemi

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) luncurkan Education Store (Edustore) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang diberi nama Dede Satoe (DD1). Edustore UKM Dede Satoe ini merupakan salah satu karya hibah pengabdian yang diperoleh tim Ubaya dari Kemenristek/BRIN dalam skema Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD).

Edustore Dede Satoe (DD1) merupakan toko yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi serta melakukan transaksi penjualan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk setiap pengunjung sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar. Adanya Edustore membuat pengunjung maupun masyarakat menjadi lebih percaya pada kualitas produk dengan mengetahui proses pembuatan secara langsung yang mengutamakan kemanan pangan.

“Sasaran dari Edustore ini adalah siswa, mahasiswa, warga sekitar terutama ibu-ibu, pemilik UKM dan startup business yang ingin belajar kewirausahaan. Dengan adanya Edustore, pengunjung diberi informasi bagaimana cara berwirausaha, menjalankan bisnis mulai dari awal, hingga berkembang sampai menuju pasar ekspor,” ucap Yenny Sugiarti, selaku Ketua Tim PPUD Ubaya, Rabu (18/11/2020).

Yenny Sugiarti, Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya menyampaikan jika program ini juga menyediakan pengalaman kunjungan onsite yaitu Edustore Trip. Adanya paket Edustore Trip ini agar pengalaman pemilik UKM dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya dapat ditularkan kepada mahasiswa yang ingin belajar start-up atau pemberdayaan wanita untuk mampu berwirausaha. Edustore juga akan menampung produk-produk dari berbagai UKM sekitar yang belum memiliki toko penjualan offline sehingga nantinya bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Edustore dibuka setiap hari untuk umum agar pengunjung dapat berbelanja sesuai kebutuhannya. Sedangkan pengunjung yang ingin mengikuti Edustore Trip, paket ini hanya dibuka pada hari Rabu pukul 09.00-11.00 WIB dengan biaya investasi tertentu. Setiap peserta Edustore Trip akan mendapatkan makan siang dan souvenir produk UKM Dede Satoe. Saat melakukan trip, pengunjung akan dibawa untuk melihat proses produksi sambal dan bumbu secara langsung. Nantinya pengunjung bisa belajar bagaimana proses produksi yang higienis sesuai dengan standar keamanan pangan internasional (HACCP). Pengunjung juga dapat melihat sistem manajemen mutu yang diterapkan oleh UKM Dede Satoe sehingga dapat belajar bagaimana mengelola UKM dengan sistem manajemen mutu yang baik. Pengunjung juga diberi kesempatan untuk menikmati hidangan yang dihasilkan dari produk UKM Dede Satoe dan berbelanja aneka produk yang dijual.

Susilaningsih, MM. selaku pemilik UKM Dede Satoe menceritakan awal mula merintis usaha produk sambal yang dilakukan pada tahun 2011 saat dirinya pensiun. Pada awal usahanya, Susilaningsih yang hanya memproduksi 1 kg telah mampu mengawali usaha pembuatan sambal dan bumbu dalam kemasan menjadi ratusan botol setiap harinya. Produk yang dijual saat ini telah mencapai kurang lebih 20 varian sambal dengan sambal andalannya yaitu Sambal Surabaya Extra Pedas.

Produk yang dijual tidak hanya sambal, UKM Dede Satoe juga menjual aneka bumbu seperti bumbu rawon, soto, dan rendang, serta aneka camilan. Saat ini produk Dede Satoe telah dipasarkan di seluruh Indonesia termasuk Papua dan tersedia di hampir semua marketplace online seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada dan BliBli. Produk Dede Satoe juga telah dipasarkan di toko retail modern seperti Carrefour sekaligus telah diekspor ke Amerika Serikat dan New Zealand.

Edustore ini juga menggandeng UKM makanan dan minuman setempat yang berlokasi di daerah Tenggilis. Ada empat UKM yang sudah diajak bekerjasama dan lolos evaluasi produk untuk dititipkan pada Edustore. Empat UKM yang tergabung yaitu UD Reka yang menjual rengginang mini, UD Rasini yang memproduksi keripik bakso, Sari Alam dengan produk aneka minuman herbal, dan Untung Joyo yang memproduksi Keripik Tempe Idola.

“Kerjasama dengan berbagai UKM setempat ini diharapkan dapat menguatkan daya saing UKM di pasar, terutama di masa pandemi Covid-19. Kami berharap semoga Edustore nantinya dapat dijadikan sebagai UKM percontohan bagi dinas-dinas pemerintah,” pungkas Yenny Sugiarti. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar