Pendidikan & Kesehatan

Data Pasien Isolasi Mandiri Bakal Disebar ke RT dan RW, Tidak Dirahasiakan Lagi

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus Covid-19 di Ponorogo terus meningkat. Peningkatan tersebut dari hasil beberapa kluster penularan, misalnya kluster perkantoran pemkab dan kluster keluarga. Tambahan kasus konfirmasi baru Covid-19 ditengarai karena penularan dari transmisi lokal yang tinggi.

“Ponorogo itu penularan dari transmisi lokal sudah tinggi. Buktinya, kontak erat dari pasien positif itu setelah dilakukan swab juga positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Senin (21/12/2020).

Oleh karena itu, Irin menyebut pihaknya akan memberikan data pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri ke ketua RT dan ketua RW dimana pasien itu tinggal. Dengan harapan warga lingkungan di tempat pasien ini menjalani isolasi bisa ikut mengawasi.

Sebab pasien isolasi mandiri ini memang biasanya keadannya sehat atau OTG. Keadaan yang sehat itu, disinyalir membuat mereka tidak patuh untuk isolasi mandiri. Sehingga bisa saja menularkan virus Covid-19 ke orang lain. Bisa ke suadaranya maupun orang lain.

“Jadi biodata yang menjalani isolasi ini tidak dirahasiakan lagi. Tidak ada rahasia, sehingga semua bisa mengawasi,” katanya.

Kebijakan tersebut, kata Irin, masih menjadi keputusan diinternalnya. Rencananya Dia akan meminta persetujuan ke ketua satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo, dalam hal ini dijabat oleh Sekda Ponorogo Agus Pramono.

“Jadi nanti saya akan matur ke Pak Sekda, data isolasi mandiri mau kita sebar ke Pak RT. Biar lingkungan ikut mengawasi,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk