Pendidikan & Kesehatan

Dapur Umum Suplai Makanan untuk Shelter Isolasi Covid-19

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemkab Sidoarjo menyiapkan dapur umum untuk kebutuhan makan bagi warga yang isolasi di Shelter Isolasi Covid-19. Yakni dengan mendirikan dapur umum di Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo.

Saat ini, Pemkab Sidoarjo menambah empat ruang isolasi baru yakni di Rusunawa Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, SMPN 2 Taman, Puskesmas Porong dan Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur.

Mulai Senin (19/7/2021) tim relawan telah melakukan sejumlah persiapan di kantor Dinas SosialĀ  Sidoarjo. Kantor yang berlokasi di Jalan Pahlawan itu dijadikan sebagai lokasi dapur umum. Satu tenda besar didirikan. Peralatan memasak ditata dan siap digunakan. Sesuai rencana, dapur umum mulai aktif Selasa (20/7/2021) malam.

Sekretaris Dinas Sosial Sidoarjo Ahmad Misbahul Munir menjelaskan, dapur umum akan menyediakan makanan sejumlah warga yang menjalani isolasi di shelter tersebut. Jumlahnya tiga kali sehari.

“Satu kotak senilai Rp 15 ribu. Berapa jumlah yang kita cukupi tergantung warga yang isolasi di shelter. Berapa pun kecukupan makanan yang dibutuhkan, kita siap,” terangnya.

Kemarin, Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) juga meninjau langsung dapur umum di Dinas Sosial. Gus Muhdlor juga melihat langsung kesiapan ruang isolasi di MPP.

Bupati datang bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ari Suryono, Kepala Dinas Kesehatan Syaf Satyawarman, Kepala Dinas Sosial Tirto Adi dan Kepala BPBD Dwijo Prawito.

Gus Muhdlor mengatakan, dapur umum telah siap mensuplai makanan bagi orang yang sedang menjalani isolasi. Shelter isolasi yang sudah disiapkan juga telah siap menampung pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan. “Pemkab Sidoarjo terus berupaya untuk memfasilitasi para penderita Covid-19 dengan baik,” jelasnya.

Staf Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Sidoarjo, Kristian Yudi Arianto menambahkan, seluruh aktivitas di dapur umum mengandalkan tenaga relawan. Personel ada 50 orang dan sudah terlatih. Terdiri atas empat pilar.

Yakni, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dibantu relawan Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). “Itu bergilir. Di tahap awal, kita menyiapkan 1.000 kotak nasi untuk satu kali makan,” rincinya.

Sebelumnya, mereka telah menjadi tenaga relawan di dapur umum milik Kementerian Sosial yang terpusat di Surabaya. [isa/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar