Pendidikan & Kesehatan

Dana BOS Dipangkas untuk Penanganan Covid-19

Gresik (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 memporak-porandakan semua sektor. Tidak hanya sektor ekonomi, tapi sektor pendidikan pun terkena getahnya. Khususnya, bantuan operasional sekolah (BOS) di SD hingga SMP di wilayah Gresik.

Bantuan BOS yang semula sudah dianggarkan dari APBN dan APBD malah dipangkas untuk menangani Covid-19. Padahal, sektor tersebut sangat penting berlangsungnya pembelajaran. Berdasarkan data yang dihimpun beritajatim.com, BOSDA tahun 2020 mencapai Rp 72 miliar.

Tidak hanya BOSDA, BOS dari APBN pun juga dikepras. Padahal, bantuan ini berhubungan langsung dengan kelangsungan belajar mengajar. “Dana itu untuk insentif guru negeri, untuk sarpras, hingga alat tulis kantor (ATK),” ujar Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin, Selasa (2/6/2020).

Mahin menjelaskan, BOS yang dipangkas itu hanya untuk lembaga negeri. Sementara, untuk lembaga swasta tetap jalan. Pihaknya sempat menanyakan hal itu, alasannya tidak ada aturannya dalam Kemendagri hibah dikepras. “Dana ini kan dari pusat ada kebijakan baru setelah pandemi. Bisa saja nanti kami kelabakan karena dananya tidak ada,” ungkapnya.

Tidak cukup sampai disitu, pembangunan sekolah baru yakni SMPN 33 Gresik di Driyorejo juga terpaksa di reschedule. Padahal, sekolah itu sudah memiliki 128 murid dalam 4 rombongan belajar (rombel) sejak 2019. Belum lagi saat PPDB 2020 tentunya bakal membuka pendaftaran.

“Sekolah ini sebetulnya prioritas sejak tahun lalu. Sudah dianggarkan. Karena memang banyak warga Gresik selatan sekolah di luar Gresik,” kata Mahin.

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muhammad mengatakan, untuk dana BOS maupun BOSda yang dikepras ini masih dihitung oleh eksekutif. Sehingga, nominalnya berapa belum disampaikan. “Masih dihitung,” ujarnya.

Perlu diketahui, di tengah Pandemi ini sejumlah pembangunan sektor penting terpaksa dibatalkan. Tapi masih ada sejumlah pembangunan yang terus berlanjut. Misalnya, proyek pembangunan Islamic Center Tahap II di Balongpanggang. Di lelang pengadaan sistem elektronik (LPSE) Gresik, proyek multiyears itu sudah selesai tender dengan nilai Rp 30 miliar. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar