Pendidikan & Kesehatan

Dana BOS Bisa Dipakai Beli Paket Data Internet

Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Nurhadi Hanuri.(foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Meski di tingkat SMA dan SMK akan diadakan uji coba pembelajaran tatap muka, siswa dan guru di Ponorogo menerima bantuan paket data internet. Bantuan tersebut digunakan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Bantuan paket data internet ini direalisasikan dengan menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS),” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Ponorogo Nurhadi Hanuri, Sabtu (15/8/2020).

Nurhadi mengatakan dasar pembiayaan itu adalah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terhadap penggunaan dana BOS dalam mensukseskan PJJ. Menurutnya, dana BOS tersebut bukan hanya untuk pembelian paket data internet saja, namun juga bisa untuk antisipasi Covid-19.

Teknis pemberian bantuan paket data tersebut, kata Nurhadi pihak sekolahlah yang membelikan paket data internet tersebut. Bisa masih berupa voucher atau ditransfer ke nomor telepon penerima. Sengaja tidak diberikan secara tunai kepada siswa atau guru, supaya tidak ada penyalahgunaan angggaran.

“Jadi anak-anak dan guru tinggal menerima, sekolahlah yang membelikan,” katanya.

Sebab, pembelian paket data internet ini sama halnya dengan pembelanjaan lain. Harus ada bukti pembeliannya sebagai pertanggungjawaban. Ini sejak dulu kami tekankan kepada sekolah dalam melakukan pengadaan paket data internet tersebut.

“Para siswa tingkat SMA dan SMK di Ponorogo mendapat hak dana BOS senilai Rp 1,4 juta hingga Rp 1,6 juta per tahun. Besarannya berbeda tiap sekolah. Penggunaannya pun harus bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar