Pendidikan & Kesehatan

Dampak Iuran BPJS Naik, Tunggakan Diperkirakan Kian Meningkat

Foto ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tunggakan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Bojonegoro pada 2019 mencapai miliaran rupiah. Dikhawatirkan dengan adanya kenaikan iuran BPJS tersebut jumlah peserta yang menunggak semakin banyak.

Data di kantor BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro menyebutkan, tunggakan iuran dari peserta total mencapai Rp 17,2 miliar. Jumlah tersebut dari jumlah 11 ribu peserta/keluarga yang menunggak. Baik dari kelas satu hingga kelas tiga.

Peserta yang masih nunggak rinciannya, di kelas satu ada 2.261 keluarga, kelas dua ada 2.813 keluarga sedangkan kelas 3 ada 6.067 keluarga.

“Kami sudah memperingatkan agar para peserta yang rata-rata menunggak ini untuk segera melakukan pembayaran,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Janoe Tegoeh Prasetijo, Jumat (17/1/2020).

Sementara, adanya kenaikan iuran pada tahun 2020 direspon oleh para peserta BPJS di Bojonegoro untuk melakukan turun kelas. Puluhan peserta setiap hari mendatangi kantor BPJS untuk mengajukan turun kelas. Rata-rata dari kelas satu ke kelas tiga.

Terpisah, Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro Hastono mengatakan, paska kenaikan iuran BPJS diperkirakan berpotensi terjadi penumpukkan pasien kelas III.

Dengan adanya potensi penumpukkan pasien itu, dia berharap agar RSUD lain, seperti RSUD Padangan dan Sumberrejo bisa membantu sehingga tidak menumpuk di RSUD Bojonegoro. Saat ini menurut Hastono, pasien kelas III di RSUD Bojonegoro disediakan 200 bad. Dan perkiraan akan ada penambahan menjadi 350 bad.

“Saat ini masih seperti biasa, tapi kemungkinan akan ada peningkatan pasien kelas III. Semoga bisa dibantu dengan rumah sakit lain. Sehingga tidak menumpuk di RSUD,” ujarnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar