Pendidikan & Kesehatan

Dampak Corona Jumlah Refund Tiket Kereta Api di Malang Meningkat Tajam

Penyemprotan disinfektan di Stasiun Malang.

Malang (beritajatim.com) – Jumlah pembatalan perjalanan atau refund tiket kereta api di Stasiun Malang meningkat tajam imbas dari pandemi virus corona Covid-19. Apalagi Kota Malang berstatus zona merah penyebaran virus corona.

Pada hari biasa, atau sebelum virus corona mewabah di Indonesia jumlah pengembalian tiket hanya sekira puluhan penumpang saja. Saat ini jumlah pembatalan keberangkatan kereta mencapai 500 penumpang, bahkan pernah mencapai seribu penumpang pada 17 Maret lalu.

“Dampak virus Corona ini sangat besar, banyak penumpang membatalkan perjalanan. Bahkan minggu lalu, selama sehari ada seribu lebih penumpang yang membatalkan perjalanannya,” ujar Wakil Kepala Stasiun Kotabaru Malang, Moch Nur Ghozuli, Jumat, 27 Maret 2020.

Ghozuli mengungkapkan pembatalan keberangkatan ini merata. Pembatalan itu, tak hanya untuk perjalanan kereta api lokal relasi Surabaya, namun juga kereta api jarak jauh tujuan Jakarta dan Yogyakarta. Namun, PT KAI menyediakan opsi uang kembali 100 persen bagi penumpang yang membatalkan perjalanan.

“Sebagai wujud penerapa psycial distancing, pembatalan tiket bisa dilakukan via online sehingga tidak perlu datang ke Stasiun Malang,” ucap Ghozuli.

Ghozuli mengungkapkan, dampak dari virus corona menyebabkan moda transportasi kereta api lesu. Selain peningkatan pembatalan perjalanan kereta api, juga terjadi penurunan penumpang yang naik dari stasiun Malang.

“Untuk okupansi, update terakhir penumpang yang naik dari Stasiun Malang ada penurunan 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Maret tahun lalu jumlah penumpang 5.700, tahun ini turun menjadi 1.169 penumpang. Sedangkan penumpang yang turun ke Malang mengalami penurunan hingga 84 persen,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar