Pendidikan & Kesehatan

DAK 2020 Tidak Disetujui, Rehab Ruang SD Disangga Bambu di Ponorogo Diusulkan Lewat DAU

Ponorogo (beritajatim.com) – Kondisi ruang kelas 3 SDN 3 Balong yang memprihatinkan sudah terjadi kira-kira sebulan lalu. Pihak sekolah berinisiatif ruang tersebut disangga oleh beberapa bambu, supaya kerusakan tidak semakin parah. Meski penyangga itu juga hanya bisa bersifat sementara saja.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Imam Muslihin mengungkapkan SDN 3 Balong sudah melaporkan keadaan itu secara tertulis kepada Dindik. Sejak saat itu kelas dikosongkan, kegiatan belajar kelas 3 dialihkan ruang kesenian yang lebih aman.

”Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ruang tersebut dikasih cagak (tiang) pengamanan dari bambu,” kata Iman, saat ditemui di kantornya Gedung Terpadu jalan Basuki Rahmat Kelurahan Tonatan Ponorogo, Kamis (7/11/2019) siang.

Dindik Ponorogo, kata Imam sebenarnya sudah mengusulkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020. Untuk merehab beberapa ruang di SDN 3 Balong. Namun, tim kementerian belum menyetujuinya.

”Mungkin waktu itu keropos atau kerusakannya belum kelihatan,” katanya.

Dalam data pokok pendidikan (Dapodik) kondisi SDN 3 Balong kondisinya bagus, tidak rusak berat. Imam mengungkapkan jika dilihat dari luar memang seperti masih bagus. Tapi ternyata didalamnya sudah pada keropos.

”Perubahan dapodik untuk siswa itu 6 bulan sekali. Sedangkan kondisi real sekolah bisa dirubah setiap saat. Jadi kondisi sekolah sudah dirubah, bahwa ada kerusakan,” katanya.

Untuk memperbaiki, Dindik Ponorogo mengusulkan anggaran perbaikan sebesar Rp 376 juta untuk 3 ruang kelas. Yakni ruang kelas yang disangga bambu tersebut, juga dengan ruang sebelah kanan dan kirinya.

”Karena Dana DAK 2029 belum bisa disetujui, kami akan upayakan untuk diajukan lewat Dana Alokasi Umum (DAU),” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya salah satu ruang kelas di SDN 3 Balong Kecamatan Balong Ponorogo kondisinya sangat memprihatikan. Ruang yang semula untuk kelas 3 itu atapnya mau roboh. Pihak sekolah terpaksa menyangga atap tersebut dengan beberapa bambu. Pun juga memindahakan siswa kelas 3 yang berjumlah 20 anak tersebut ke ruang kesenian.

”Tanda-tanda mau robohnya sebulan lalu, ditandai dengan jatuhnya plipit plafon,” kata Kapala SDN 3 Balong Kariminanto.

Beruntung jatuhnya plipit plafon tidak memakan korban, padahal saat itu anak-anak berada di ruangan mau aktivitas olahraga. Semenjak jatuh plipit plafon itu, pihak sekolah melihat kondisi atap. Dan ternyata banyak kayu di atap yang mengalami kropos kena rayap. Setelah itu, kata Kariminanto melubangi beberapa plafon untuk dipasangi bambu untuk menyangga.

”Sejak saat itu fungsi ruang dialihakan, anak-anak dipindah ke ruang kesenian. Dan seperangkat gamelan dialihkan ke ruang tersebut,” katanya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar