Pendidikan & Kesehatan

Curhat Ketua RT di Menanggal: Saya Khawatir Ada Klaster Baru di Gereja Berisi 60 Orang!

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua RT 01/RW 02 Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan Surabaya, Aan Ainurrofik mengkritik keras pelayanan call center pengaduan atau pelaporan milik Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim, jika ditemukan ada masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Ada warga saya yang mengakses Radar Covid-19 Jatim pada 1 Mei 2020 di wilayah Menanggal dengan radius 500 meter. Warga melapor ke RT kalau ada satu pasien positif. Lalu, saya selaku Ketua RT mencoba mencari tahu dengan menelpon Radar Covid nomor telpon 150017, namun informasi dirahasiakan dan disarankan menelpon ke Cacak Jatim. Ternyata sama juga ketika saya minta alamat atau data pasien, dengan alasan karena ini menjadi rahasia medis. Cacak Jatim menyarankan telpon ke hotline 031-8430133,” katanya kepada┬áberitajatim.com, Rabu (6/5/2020).

“Ternyata jawaban serupa juga dari petugas, dan saya disarankan ke Pemkot Surabaya call center juga sama jawabannga. Lalu ke nomor 112 juga jawaban sama. Nanti, katanya ada pihak dari kecamatan dan kelurahan yang akan menginfokan melalui Puskesmas Gayungan,” imbuh Aan yang juga pengacara muda ini.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, beberapa saat kemudian pihak ketua RW mengumpulkan RT-RT sekitarnya untuk mengadakan rapat, setelah ada pemberitahuan dari Puskesmas Gayungan bahwa ada pasien Covid-19 di wilayah RW 01 Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan.

“Namun, minta dirahasiakan dan disebutkan kalau itu adalah salah seorang penghuni Gereja JKI Menanggal atau Sekolah Misi Interdenominasi, yang beralamat di Jalan Menanggal I/10C. Namun, tidak disebutkan data pasien secara lengkap,” tuturnya.

Hingga akhirnya, pengurus RT mengambil keputusan bersama Ketua LPMK Menanggal untuk menutup sementara akses Jalan Menanggal I yang ada di depan bangunan gereja tersebut.

“Dari informasi yang kita gali dari satpam penjaga gereja, hingga kemarin bantuan pangan belum didapat. Baru sorenya tadi petugas kelurahan memberi beras dan mie instan, tapi bantuan permakanan belum didapat,” tukasnya.

Beritajatim.com pun turun ke lokasi yang dimaksud untuk bertemu dengan penjaga keamanan gereja. “Hingga hari ini dari Pemkot belum ada tindakan untuk melakukan rapid test. Penghuni asrama di gereja ada total 60 orang. Pasien positif Covid-19 usia 20 tahunan dengan jenis kelamin wanita sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya sejak 1 minggu lalu dan dilakukan isolasi. Kami selalu Ketua RT memohon ada tim dari Gugus Tugas Pemkot Surabaya atau Pemprov Jatim untuk turun melakukan rapid test di gereja itu. Jangan sampai karena terlambat merespon, bisa menjadi klaster baru penularan seperti kasus Sampoerna,” pungkasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar