Pendidikan & Kesehatan

Covid di Bangkalan, Eri Cahyadi: Jangan Sampai Menyebar ke Surabaya

Walikota Surabaya Eri Cahyadi bersama Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddison Isir di Jembatan Suramadu, Surabaya, Senin (7/6/2021). (Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Tercatat 1.500 tes usap antigen atau swab antigen disiagakan dan habis saat hari pertama penyekatan dan tes usap di Jembatan Suramadu, Surabaya, Minggu (6/6/2021). Guna mengantisipasi kekurangan alat pendeteksi dini virus Covid-19 ini, Pemerintah Kota Surabaya menambah tes usap menjadi 3.000 lebih.

Langkah ini dilakukan bersama petugas Polri dan TNI dengan dukuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain pengadaan tes usap antigen di sisi jembatan Suramadu di Surabaya, tes usap sekitar 1.500 lebih juga digelar di sisi Jembatan Suramadu wilayah Kabupaten Bangkalan.

“Nanti jika memungkinkan dan petugas Dinkes Bangkalan kuwalahan, maka pengendara bisa melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Namun akan di tes usap (swab.red) di sisi Kota Surabaya. Jadi hari ini ada dua titik tes usap, beda sama kemarin (Minggu 6/6/2021) yang hanya satu titik saja,” jelas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum di Jembatan Suramadu, Senin (7/6/2021).

Lebih lanjut Ganis memaparkan, penyekatan di Suramadu terus dilakukan. Jika Minggu lalu sebanyak 793 pengedara di tes swab antigen, 9 orang hasilnya reaktif.

Ganis menambahkan total pengendara yang sudah dilakukan tes swab mulai Minggu (7/6) kemarin, hingga siang ini, total sebanyak 3.353 yang sudah di tes swab. Hasilnya yang reaktif sebanyak 83 rekatif. Setelah dilakukan tes swab PCR hasilnya 30 orang positif COVID-19. Dan sudah dilakukan isolasi.

“13 sudah di rumah sakit lapangan. 4 di rumah sakit Husada, 4 di rumah sakit Mitra dan sisanya di rumah sakit Unair. Total ada 92 itu reaktif. Positif ada 30. Hari ini belum tahu hasilnya,” paparnya.

Sementara itu, untuk tes swab antigen yang disediakan untuk di Suramadu sisi Surabaya, Ganis menyebutkan sediakan tidak terbatas atau unlimited. Bahkan petugas terbagi menjadi tiga waktu kerja penyekatan dan tes usap. Diharspkan, pemerintah Kota Surabaya bersama TNI dan Polri bisa mencegah penyebaran virus dari Pulau Madura ke Kota Surabaya.

Sebab, jika sampai Kota Surabaya kembali memerah dan penyebaran virus tampak signifikan, maka akan mempengaruhi penyebaran di Jawa Timur. Sebab, ribuan warga dari Kabupatrn Lamongan, Gersik, Sidoarjo, Mojokerto, Nganjuk, Jombang dan Kediri serta daerah lain banyak bekerja di Surabaya.

“Oleh sebab itu swabnya yang disediakan unlimited. Sebanyak-banyaknya akan dites dan jangan sampai menyebar ke Surabaya,” sahut Eri Cahyadi, Walikota Surabaya di Suramadu.

“Alhamdulillah, situasi hari ini lancar nggak ada penumpukan Suramadu. Sudah dilakukan di polres dan Pemkot Bangkalan. Swab disana. Kalo udah diswab dan dicek, dapat stiker khusus. Lalu melintas Surabaya. Membantu petugas Suramadu kalo sudah ada tanda. Kalo udah ada, berarti udah (swab) di sana. Kalo blm, ditindaklanjuti diswab disini,” tandas Eri. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar