Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Covid-19 Melonjak, PTM 100 Persen di Kabupaten Malang Tertunda

Bupati Malang HM Sanusi

Malang (beritajatim.com) – Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Malang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Sektor pendidikan pun mulai melakukan antisipasi. Seluruh sekolah di Kabupaten Malang juga terpaksa harus kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 50 persen.

Hal itu sesuai dengan aturan PPKM Level 2 yang tertuang di dalam Inmendagri 9 tahun 2022. “Ya orangtua sempat kecewa. Kepala sekolah dan guru saya minta untuk komunikasi kembali. Karena memang situasinya seperti ini,” terang Kepala Dispendik Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono, Jumat (11/2/2022).

Berdasarkan laporan yang ia terima dari Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, ada siswa yang dilaporkan positif Covid-19. Ia tidak menyebutkan secara pasti di mana lokasinya, namun dari tracing yang telah dilakukan oleh pihak Puskesmas setempat, ia memastikan bahwa siswa yang bersangkutan tidak terpapar dari klaster sekolah.

“Tracing dari Puskesmas dan Satgas setempat ternyata yang bersangkutan (terpapar) dari keluarga. Ya anak itu saja yang dua minggu tidak bisa masuk, gurunya juga begitu,” imbuh Rahmat.

Dengan kondisi tersebut, siswa yang bersangkutan tetap bisa mendapatkan haknya untuk menerima pembelajaran, meskipun dengan sistem dalam jaringan (daring). Menurut Rahmat, sebelum ada lonjakan kasus Covid-19 ini, ada sekitar 97 sekolah negeri yang bersiap untuk menggelar PTM 100 persen.

Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menyebutkan bahwa pada prinsipnya, pembelajaran tatap muka di Kabupaten Malang masih berpedoman pada aturan yang melekat pada penerapan PPKM Level 2 di Kabupaten Malang. Yakni hanya diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sebesar 50 persen dari total kapasitas.

“Pendidikan dibatasi 50 persen. Aturannya seperti itu kita ikuti. Kalau sekolah mau meliburkan atau daring boleh, tapi kalau menambah kapasitas tidak boleh. Masuk 75 persen jelas tidak boleh,” ujar Sanusi.

Dirinya menegaskan, bahwa hal tersebut berlaku bagi semua lembaga pendidikan di Kabupaten Malang. Sementara itu, sebagai informasi, saat ini jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang terus meningkat. Data dari Dinkes Kabupaten Malang, saat ini ada sebanyak 959 kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang. [yog/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar