Pendidikan & Kesehatan

Covid-19 di Jatim Meningkat, Dosen FK Ubaya Tekankan Pentingnya Vaksinasi

Vaksin booster Covid-19
Vaksin booster Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) dr Heru Wijono menekankan pentingnya masyarakat melakukan vaksinasi, mengingat kembali meningkatnya kasus Covid-19, terutama di Jatim.

Menurutnya, kendati masih banyak terjadi kontroversi, namun vaksinasi tetap diperlukan. Paling tidak, vaksinasi tersebut dapat mengurangi risiko jika tertular virus Covid-19. “Sejauh ini bukti ilmiah masih mendukung perlunya vaksin,” ujar dr Heru, Rabu (26/4/2023).

Ia memaparkan, bahwa pertama kali Covid-19 merebak dan menyebar luas di dunia, lantaran manusia belum memiliki kekebalan alami terhadap virus tersebut. Ia mengibaratkan, seperti penyakit demam tifoid (tipes, red).

Di Indonesia, masyarakat sejak kecil sudah kerap terpapar kuman salmonella typhosa, yakni penyebab penyakit deman tifoid, sehingga kalaupun masyarakat terkena demam itu, gejalanya tidak akan terlalu berat.

Demikian juga di negara lain, seperti Amerika Serikat. Di sana, terdapat yellow fever. Hanya saja, masyarakat di sana sudah kebal sehingga jika pun terjangkit, gejalanya tidak akan terlalu berat.

“Tapi kita di Indonesia tidak sekuat orang Amerika Serikat kalau terinfeksi yellow fever, bisa parah gejalanya. Demikian juga sebaliknya, orang Amerika kena tipes di sini bisa klenger, karena antibodinya belum kenal,” papar dr Heru.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) dr Heru Wijono

Sementara soal Covid-19, dr Heru menyebut jika virus ini memiliki potensi sangat cepat untuk bermutasi. Sehingga, antibodi harus bekerja lebih keras menghadapi virus ini. Contoh, dulu terdapat strain Delta, Omicron, Centaur, dan Kraken.

Masing-masing varian tersebut merupakan virus SARS-CoV2, namun terdapat perbedaan akibat mutasi. Sehingga, antibodi tidak bisa langsung optimal. Karena itulah, virus ini bisa kembali meningkat. Atau, bisa jadi ada varian baru yang masih belum sepenuhnya dikenali oleh antibodi masyarakat.

“Karena itu diperlukanlah vaksinasi Covid-19. Karena yang disuntikkan merangsang antibodi yang spesifik, khas mengenali sebagian besar jenis keluarga virus ini. Apakah begitu saja cukup? Tidak. Kita harus mengurangi resiko tertular, dengan tetap lakukan 5M,” jelasnya.

Covid-19 Meningkat di Jatim: 119 Kasus Baru, 2 Varian Arcturus Ditemukan

Ia menambahkan, penggunaan masker juga dapat mengurangi risiko penularan melalui saluran nafas. “Jadi perlukah masker ? Perlu. Jelas, hanya dengan langkah simple mengurangi, jauh mengurangi risiko penularan,” tandasnya.

Diketahui, berdasarkan data nasional pada 24 April 2023, ada peningkatan jumlah kasus di Jatim sejak 12 April 2023. Dimana, penambahan kasus harian sebelumnya hanya 30-50 perhari, menjadi lebih dari 100 kasus perhari. Terakhir, pada 24 April 2023 penambahan kasus Covid-19 sebanyak 119 kasus.

Sementara itu, berdasarkan Dashboard Kemenkes/KCPEN, per 24 April 2023, jumlah dosis vaksinasi pertama di Jatim mencapai 30.242.166 orang. Dosis vaksinasi kedua 26.398.014 orang, dan dosis vaksinasi ketiga mencapai 9.379.357 orang. Sementara dosis vaksinasi keempat mencapai 690.424 orang. [ipl/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar