Pendidikan & Kesehatan

Covid-19 Bisa Picu Baby Boom alias Kehamilan Massal

Foto ilustrasi virus Corona

Surabaya (beritajatim.com) – Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Work From Home (WFH) menyebabkan masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Kebijakan WFH ini ternyata berdampak pada adanya tendensi baby boom atau kehamilan massal.

Sukaryo Teguh Santoso, Kepala BKKBN Jawa Timur menyatakan bahwa terjadi kolerasi antara pandemi Covid-19 dengan angka drop out program Keluarga Berencana (KB).

“Berlangsungnya WFH ini ada tendensi, ancaman baby boom ke dua. Baby Boom sudah pernah terjadi pada tahun 60 an pasca perang,” ujar Sukaryo, Kamis (14/5/2020).

Asumsi ini bisa juga terjadi karena selama Covid-19, BKKBN mencatat adanya tren drop out atau pemutusan program KB. Pada awal tahun 2020, Januari saat awal dinyatakan waspada Covid-19 terdapat 5.869.217 pengguna KB.

Namun pada Februari drop out sebesar 1,32 persen atau 77.077. Pada Maret drop out terjadi sebesar 4,6 persen atau 278.236. Sedangkan pada April drop out mencapai 7,7 persen atau setara dengan 414.708.

“Ada hubungan yang signifikan dari pandemi dengan ketidak berlangsungan ber-KB. Data ini menunjukkan ketidak berlangsungan penggunaan Pil, Suntik dan IUD yang sudah habis masa pakainya,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan bahwa trend ini disinyalir karena ada kegamangan masyarakat untuk menjangkau fasilitas kesehatan karena dirasa terlalu berbahaya.

“Masyarakat menjadi enggan keluar rumah karena takut. Bukan karena kurangnya nakes. Orang bisa jadi takut atau malah memang sudah biasa di rumah jadi enggan untuk keluar bahkan untuk melakukan KB,” tukasnya.

Sukarno pun menghimbau agar tren drop out ini jangan sampai mendorong fenomena baby boom. Karena jika fenomena baby boom terjadi bisa jadi banyak kehamilan yang tidak diinginkan.

Akibatnya bisa beragam, seperti stunting, kematian ibu dan bayi. Terlebih saat ini kehamilan di tengah pandemi sangat berbahaya.

“Selain itu kehamilan saat ini juga rentan Corona. Sangat berbahaya hamil ditengah pandemi. Ibu hamil mudah terinfeksi, jika itu terjadi bisa menyebabkan cacat bayi bahkan kematian.Gunakan kontrasepsi dan menghindari kehamilan. Agar proses persalinan dan kelahiran dengan sehat,” pungkasnya. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar