Pendidikan & Kesehatan

Covid-19 Berdampak Terhadap Skripsi Mahasiswa Kedokteran

Wisuda mahasiswa kedokteran di Universitas Jember beberapa waktu lalu

Jember (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang tengah mengerjakan tugas akhir kuliah atau skripsi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pembatasan ketat yang dilakukan dekanat membuat mereka harus mengubah judul penelitian.

“Tidak boleh (penelitian) skripsi yang menggunakan sampel dari manusia, seperti darah, ingus, atau ludah dan sebagainya. Kalau penelitiannya terhadap manusia, tidak boleh bertemu langsung, harus pakai wawancara via Zoom atau ponsel. Kalau ketemu langsung tidak boleh, apalagi pegang-pegang. Jadi semua skripsi mahasiswa di Fakultas Kedokteran kami perketat,” kata Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Unej, Cholis Abrory, Senin (10/8/2020).

Mahasiswa boleh menjadikan hewan sebagai obyek uji coba. “Kami izinkan, tapi dengan protokol ketat. Kami batasi dalam satu laboratorium tidak boleh lebih dari lima atau tujuh orang. Sudah kami hitung. Kemudian mereka tidak boleh bergerombol, dan mereka (mahasiswa luar kota) datang ke Jember harus dengan (melakukan) rapid test,” kata Abrory.

Akibat pengetatan ini, sejumlah mahasiswa kedokteran di Unej terpaksa mengubah judul penelitian. “Ada mahasiswa yang saya bimbing semula mau meneliti efek olahraga terhadap orang sehat. Tapi karena harus bersentuhan dengan orang, saya bilang, di laboratorium ada data yang pernah diambil. Mahasiswa bisa menggunakan itu, atau pemantauannya lewat Zoom. Jadi tidak boleh mengukur langsung (dengan bertatap muka),” kata Abrory.

FK Unej bisa memberikan izin jika ada peralatan digital yang bisa meminimalisasi kontak antara mahasiswa dengan orang yang menjadi subyek penelitian. Itu pun izin diberikan dalam batas-batas tertentu.

Unej tak ingin terjadi sesuatu terhadap para mahasiswa. “Kalau terjadi sesuatu, isunya menyebarnya bisa lebih heboh dari kejadiannya. Itu yang kami khawatirkan. Kami juga harus bertanggung jawab kepada masyarakat dan orang tua,” kata Abrory. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar