Pendidikan & Kesehatan

COP UK Petra Beri Workshop Digital Marketing ke UMKM Bendul Merisi

Mahasiswa UK Petra saat mendampingi bimbingan belajar di Bendul Merisi Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Community Outreach Program (COP) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menurunkan enam kelompoknya untuk melakukan pengabdian masyarakat, Sabtu (20/3/2021). Salah satunya kelompok 4 yang melakukan aksinya di RW 01 Bendul Merisi-Kecamatan Wonocolo dengan 4 RT di dalamnya.

“Memiliki jumlah 145 KK, berdasarkan hasil survei awal daerah ini memiliki beberapa potensi dan hambatan. Hambatan ini diantaranya masalah pemasaran pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), jembatan penyeberangan yang tidak memiliki pembatas sehingga membahayakan keselamatan, sarana pendidikan yang masih kurang dana lain-lain,” ungkap Michael Susanto, ketua kelompok 4 COP 2021 UK Petra.

Kelompok yang berjumlah 21 mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di UK Petra ini akan didampingi Ir. Surya Hermawan, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Mereka akan mengerjakan program fisik dan non fisik secara bersamaan. Diantaranya rekonstruksi pembatas jembatan, bimbingan belajar dan workshop digital marketing.

Kegiatan dimulai dengan rekonstruksi pembatas jembatan terlebih dulu. Pada musim hujan jembatan ini terendam air sehingga tak jarang banyak warga sekitar yang jatuh dalam selokan. “Kami akan membuat tembok pembatas di sisi samping kiri dan kanan dari jembatan ini sebagai railing jembatan,” urai Michael.

Kelompok ini juga menggelar workshop digital marketing. Penduduk RW 01 Bendul Merisi tersebut kebanyakan wiraswasta atau sebagai pemilik UMKM. Misalnya seperti menjalankan bisnis kripik, dan kerajinan tangan berupa keset.

“Sayangnya masih kurang pemberdayaan secara maksimal dari pemerintah. Maka dari itu mereka akan diberikan pelatihan cara mengembangkan dan memberi brand serta cara memasarkan produk mereka agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Tak hanya itu, kami akan melakukan foto produk UMKM dengan menggunakan properti siap pakai yang sudah disiapkan. Serta mudah dioperasikan oleh warga yang membutuhkan,” tambah Michael.

Kemudian di lain lokasi, COP juga menggelar pelatihan Bahasa Inggris kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) sekitar sesuai dengan jenjangnya dengan menghadirkan empat pengajar. Pelatihan kali ini dikhususkan bagi anak SD kelas 3-4 yang berjumlah sekitar 15 anak. [adg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar