Pendidikan & Kesehatan

Cerita di Balik Mengajar Sekolah Inklusi dengan Metode Daring

Surabaya (beritajatim.com) – Belajar melalui daring sejak pandemi Covid 19 ini memang menimbulkan pro dan kontra. Bukan hanya tantangan bagi siswa dan orang tuanya, juga bagi sang pengajar. Terutama bagi para pengajar yang harus memberikan materi untuk para siswanya yang berkebutuhan khusus di sekolah inklusi.

Salah satunya Anisa Tristianti, guru inklusi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sutorejo I/240. Dia mengaku ini merupakan pengalaman baru baginya selama, pasalnya dalam satu hari pembelajaran siswa yang memiliki kebutuhan khusus mereka hanya mampu bertahan di depan laptop hanya 15 menit.

Namun yang berbeda pembelajaran untuk siswa inklusi ini lebih berbeda dengan memberikan soal atau materi yang disesuaikan dengan kemampuan siswanya.

“Pasti kesusahan belajar dengan siswa yang normal saja susah apalagi untuk siswa berkebutuhan khusus, akhirnya kita memberikan materi dan jumlah soalnya di sesuaikan dengan kemampuan siswa jadi masih bisa mengikuti tema dan pembelajaran seperti anak reguler,” ungkap Anisa, Rabu (15/7/2020).

Lebih lanjut, ia memberikan kemudahan untuk siswa inklusinya, bukan hanya materi yang wajib diberikan pihak sekolah, ia memberikan materi di luar daring dengan melihat tayangan televisi di TVRI. Namun tetap dengan menyederhanakan materi.

“Kalau yang di luar daring biasanya tak suruh lihat TVRI saja trus soalnya juga saya sederhanakan sesuai materi, namun sebelumnya jika mengajar kelas 6 semester 2 mungkin anak-anak sudah biasa mengerjakan soal, jadi saya kasih soal lewat daring. Kalau sekarang kelas baru dan murid baru jadi lebih sulit mengidentifikasi siswa,” ungkapnya.

Adapun sinergi positif dengan pembelajaran melalui daring untuk para siswa inklusi, setidaknya jika daring orang tua bisa mendekatkan diri dan lebih dekat mendampingi siswa.

Bahkan kondisi seperti ini bisa memajukan kualitas pengajar, menjadi lebih milenial harus membuat materi yang lebih kreatif agar siswa lebih tertarik dan bersemangat.

“Tapi ya namanya guru harus mau berubah menjadi milenial dalam menghadapi pandemi covid ini jadi harus lebih kreatif membuat materi agar siswa lebih tertarik dan lebih bersemangat,” ungkapnya. [way/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar