Pendidikan & Kesehatan

Cegah Stunting, Dinkes Jatim Luncurkan Saka Bakti Husada

Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Provinsi Jatim melaunching Saka Bhakti Husada untuk mendukung peningkatan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah stunting.

Anggota Saka Bakti Husada yang terdiri dari Pramuka Penegak dan Pandega ini dibekali pengetahuan dan ketrampilan terkait isu permasalahan kesehatan, termasuk stunting.

“Salah satu isu yang sekarang diangkat adalah bagaimana berkolaborasi dengan teman-teman antara Dinas Kesehatan dengan para Pramuka untuk bisa salah satu menuntaskan stunting. Diharapkan nanti stunting menjadi upaya terbaik kita untuk berkolaborasi menyelesaikannya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Jatim Dr Erwin Astha Triyono, Selasa (22/11/2022).

Erwin menjelaskan, secara teknis prinsipnya adalah, Dinas Kesehatan melakukan intervensi secara spesifik. Di situ, ada imunisasi dan pemberian tablet penambah darah, termasuk pemberian makanan tambahan, dan mengubah perilaku masyarakat.

“Nanti teman-teman Dinas Kesehatan dengan Pramuka akan berkolaborasi di situ. Salah satu yang kita gabungkan kan bagaimana mengupayakan pemberian tablet tambah darah terutama pada remaja putri. Meskipun bisa dilakukan pada ibu-ibu yang hamil. Sehingga kolaborasi itu nanti kegiatan bareng dalam bentuk tertentu sehingga nanti percepatan-percepatan terhadap program pemerintah menjadi isu yang penting diterapkan di situ,” imbuhnya.

Sementara Ketua Pramuka Kwarda Jatim M Arum Sabil menjelaskan, Saka Bakti Husada bertujuan untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan yang bisa membantu menanamkan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya.

“Kita bisa melihat sampai saat ini Pramuka Saka Bakti Husada di Jawa Timur selalu terlibat dalam program kesehatan, mulai dari keterlibatan dalam posyandu, kegiatan promosi kesehatan di masyarakat, kegiatan juru pemantau jentik dan berbagai kegiatan pencegahan penyakit lainnya,” jelasnya.

Sebagai informasi, di Jatim mulai tahun 2014-2021 sudah terbentuk 527 pangkalan Saka Bakti Husada dari 570 kwartir ranting. Jumlah anggota Pramuka Penegak dan Pandega sampai tahun 2021 berjumlah 15.646 orang dengan pramuka penegak 14.108 orang dan pramuka pandega 1.538 orang. Anggota Saka Bakti Husada dapat menjadi contoh (role model), penyambung informasi, dan educator. [ipl/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar