Pendidikan & Kesehatan

Cegah Penyakit Unggas, DKPP Kabupaten Kediri Beri Pelatihan Biosecurity pada Peternak

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri menyelenggarakan bimbingan teknis peningkatan kesehatan hewan bagi peternak unggas. Tujuannya agar masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari beternak bisa lebih untung menikmati hasil tanpa bayang-bayang merugi karena serangan penyakit.

Pelatihan diadakan di Gedung Pertemuan Balai Desa Tanon, Kecamatan Papar. Pemkab Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) menyelenggarakan bimbingan teknis untuk meningkatkan kesehatan hewan.

Dalam acara ini, menghadirkan dua narasumber dari dokter hewan yang biasa mengatasi tentang persoalan ungags, serta menghadirkan peserta dari masyarakat yang kesehariannya bekerja sebagai peternak unggas. Peserta yang hadir wajib menjalankan protokol kesehatan serta wajib menggunakan masker saat acara berlangsung untuk menghindari penyebaran virus Covid 19.

“Ada dua materi yang disampaikan, diantaranya tentang bio security yang membahas tentang pencegahan lalat dan bau di peternakan, serta materi kedua tentang pengendalian serta pencegahan penyakit unggas di peternakan,” kata Kepala DKPP Kabupaten Kediri Drh. Tri Wahyuningsih melalui Kasi Penyidikan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan.

Dua materi tersebut dianggap penting lantaran saat ini peternak tengah dihantui oleh beberapa penyakit berbahaya yang banyak menyerang ternak mereka. Selain itu juga harga pakan yang masih tinggi menyebabkan peternak harus mencari alternatif lain pengganti pakan yang kadar gizinya sama.

Menanggapi keluhan tersebut DKPP langsung bergerak membantu mencarikan narasumber agar persoalan yang menimpa peternak segera terselesaikan. Selain itu materi tentang biosecurity yang membahas manajemen pengelolaan kandang juga disampaikan setelah beberapa waktu lalu warga di kecamatan papar banyak yang protes karena bau yang dihasilkan dari kandang sangat menyengat sehingga menggangu warga.

Pemilihan dua materi yang dipresentasikan oleh dua dokter hewan ini, lanjutnya, sangat tepat setelah Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan menerima aduan dari masyarakat tentang bau kandang menyengat.

Selain itu penambahan materi tentang kesehatan hewan ternak juga dirasa sangat pas karena kondisi cuaca yang masih sering hujan menyebabkan unggas lebih rentan terkena serangan penyakit.

Ditambahkannya, pemberian materi serupa kepada peternak unggas akan terus dilakukan terutama pada daerah daerah sentra penghasil ayam potong dan juga telur. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar