Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Cegah Omicron, Ponorogo Andalkan Pasukan Pamor Keris

Bupati Sugiri Sancoko bersama dengan Kapolres dan Dandim 0802 Ponorogo meninjau pasukan Pamor Keris. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Peningkatan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir di Indonesia, harus menjadi kewaspadaan semua pihak. Kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes), harus kembali digalakkan. Sebab, sejak penurunan kasus pada bulan Desember tahun lalu, masyarakat mulai abai terhadap prokes tersebut.

Untuk kembali mendisiplinkannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bersama dengan Polres dan Kodim 0802 Ponorogo membuat pasukan khusus. Ya, pasukan bermotor untuk menertibkan masyarakat terhadap prokes. Dimana kegiatan itu dinamakan Patroli Motor Penegakkan Prokes di Masyarakat (Pamor Keris).

“Ya pasukan Pamor Keris ini melakukan patroli untuk menegakkan prokes di Ponorogo,” kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Senin (24/1/2/2022).

Dengan adanya pasukan Pamor Keris ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap prokes kembali tinggi. Sebab, kasus covid-19 apalagi varian baru Omicron ini sekarang lagi naik-naiknya. Bahkan, kata Sugiri peredaran atau penularannya lima kali lipat dari varian sebelumnya.

“Semoga Omicron tidak ada disini. Kasus ini naik, lebih gila lagi, peredarannya 5 kali lipat. Tidak seperti varian delta dulu,” ungkap Sugiri.

Patroli bermotor yang dilakukan gabungan tiga pilar ini juga sebagai bentuk antisipasi supaya Omicron tidak masuk bumi reyog. Dengan begitu kegiatan masyarakat kembali ada, ekonomi juga bisa tumbuh.

“Mudah-mudahan Omicron berita dari langit, tidak ada di Ponorogo. Saya mimpi besar, biar ekonomi tumbuh, kegiatan masyarakat biar segera ada,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Catur C Wibowo menyebut semua pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Ponorogo, bakal transit dulu ke tempat isolasi terpadu (isoter) di Kelurahan Tambakbayan Ponorogo. Mulai tanggal 22 Januari lalu, PMI di wilayah Jawa Timur sudah mulai mendarat lagi di bandara Juanda Sidoarjo. Tentu, sampai mendarat di bandara, mereka dijemput dan diisolasi di provinsi. Setelah merasa cukup baru dikembalikan ke masing-masing kabupaten atau kota.

“Sampai di Ponorogo tetap diisolasi di isoter. Ini sebagai antisipasi Omicron datang ke Ponorogo, sebab varian baru ini tidak semua reagen bisa mendeteksinya,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar