Pendidikan & Kesehatan

Cegah Demam Berdarah, Forkopimca Ngancar Gerebek Jentik Nyamuk

Kediri (beritajatim.com) – Di musim hujan ini, masyarakat diminta lebih intens melakukan upaya antisipasi penyebaran penyakit demam berdarah (DB). Oleh karena itu, tim gabungan Pemerintah Kecamatan Ngancar, kader jumantik, dan Puskesmas, melakukan monitoring serta evaluasi pemeriksaan jentik nyamuk di rumah-rumah warga.

Fokus pemeriksaan adalah jentik-jentik nyamuk yang berada di tampungan air warga, serta tempat-tempat yang menjadi genangan air hujan. Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan/pemantauan jentik di wilayahnya dengan minimal teknik dasar 3M Plus, Menguras, Menutup, dan Mengubur, plus kegiatan-kegiatan pencegahan, seperti : Membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Selain itu juga menaburkan bubuk Larvasida di tempat-tempat air yang sulit dibersihkan. Kemudian, tidak menggantung pakaian di dalam rumah serta tidak menggunakan horden yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Tidak kalah penting, menggunakan obat nyamuk/anti nyamuk, serta membersihkan lingkungan sekitar,terutama pada musim penghujan.

Dalam monitoring tersebut, selain bak mandi, petugas gabungan juga melakukan pemeriksaan benda-benda di luar rumah yang dapat menjadi tempat penampungan air seperti bekas botol, kaleng, ban, dan tunggak bambu. Sebab benda tersebut berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik.

Di samping itu perlu pula diperhatikan intensitas monitoring jentik. Supaya efektif, pemantauan semestinya dilakukan secara rutin paling tidak seminggu sekali. Hal ini dikarenakan telur nyamuk akan menetas dan berkembang menjadi nyamuk dewasa dalam kurun waktu satu minggu.

Camat Ngancar, Elok Etika mengatakan, saat ini kader jumantik di masing-masing desa sudah melakukan jadwal pemantauan secara rutin ke rumah-rumah warga, bahkan di masing-masing RT sudah memiliki kader.

“Kader jumantik di Kecamatan Ngancar sangat aktif melakukan pemantauan, bahkan mereka telah memiliki jadwal rutin untuk kunjungan ke rumah, hal tersebut diharapkan dapat memutus perkembangbiakan nyamuk,” ujarnya.

Dari hasil monitoring, terdapat seorang warga yang enggan rumahnya di lakukan pemeriksaan, pemerintah Kecamatan Ngancar mengambil langkah untuk memanggil warga tersebut. Selanjutnya tim dari lintas sektor Forkopimca dan Puskesmas memberikan edukasi kepada yang bersangkutan.

“Kami bersama petugas pemantau jentik di tingkat kecamatan dan desa rutin mengadakan monitoring ke rumah warga. Tujuannya untuk memotivasi masyarakat agar selalu sadar bahaya demam berdarah. Dari hasil pemantauan, terdapat seorang warga yang sangat abai dengan kebersihan, sehingga oleh kader jumantik terus dilakukan pemantauan dan edukasi, sampai orang tersebut sadar akan pentingnya kebersihan,” tandasnya.

Selain melakukan pemeriksaan jentik, petugas juga mendapati sejumlah rumah yang kurang ventilasi dan terkesan lembab. Oleh karenanya pihak kecamatan menyarankan kepada desa untuk menghimbau warganya agar memasang ventilasi. “Jika perlu desa juga menganggarkan dana untuk pemasangan ventilasi bagi rumah warga yang tidak mampu, sehingga rumah tersebut benar-benar sehat,” pungkasnya. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar