Pendidikan & Kesehatan

Cegah Corona, Warga Banyuwangi Bikin Bilik Disinfektan Sendiri, Caranya Mudah

Banyuwangi (beritajatim.com) – Seorang warga Perumahan Pakis Asri, Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi membuat bilik disinfektan sendiri untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Dia adalah Muhammad Zidni Fasihul.

Pembuatan bilik disinfektan itu karena terinspirasi oleh adanya wabah virus corona yang semakin meluas. Kondisi itu membuat warga dan tetangga di sekitar tempat tinggalnya dihantui rasa khawatir. Bahkan, banyak warga yang ketakutan untuk berinteraksi bahkan beribadah di masjid setempat.

Bilik disinfektan buatan pemuda lulusan Institut Teknologi Negeri (ITN) Malang ini terbilang cukup sederhana. Sekaligus mudah dibuat karena berasal dari bahan yang mudah didapat. Mula-mula, pemuda ini mengumpulkan besi dengan ukuran yang telah ditentukan. Kemudian disambung membuat sebuah bentuk kotak dengan tinggi 2 meter dan lebar 1 meter.

Pada dindingnya ditutup plastik mengikuti lebar dan tinggi bilik. Bagian depan dan belakang dibuat ada bukaan semacam pintu rumbai dari plastik yang nantinya untuk keluar masuk warga.

Lalu, bilik dilengkapi alat pompa listrik sederhana yang biasa digunakan untuk penyiraman tanaman. Pada ujung pompa ditambah selang dan alat spray untuk menyemburkan cairan disinfektan. Cairan tersebut ditampung pada sebuah galon air mineral.

Muhammad Zidni Fasihul menyebutkan total biaya yang dikeluarkan untuk membuat bilik tersebut cukup murah yaitu Rp 1,5 juta. “Awalnya saya buat rangkanya dari pipa plastik (paralon) tapi setelah jadi sepertinya kurang kuat. Jadi saya ganti pakai ini,”

“Saya buat ini karena tergugah adanya virus corona. Ini idenya dari pabrik mas. Biasanya kan pabrik pengolahan makanan, pabrik ikan itu kan sebelum masuk pabrik kan ada semprot seterilisasi,” jelas Zidni, Jumat (27/3/2020).

Dan, hasilnya cukup memuaskan. Setelah selesai, bilik disinfektan buatannya diaplikasikan di sebuah masjid. Warga yang akan beribadah masuk masjid wajib melewati bilik tersebut. “Jemaah yang akan masuk masjid harus masuk ini dulu, jadi sebelum salat jemaah disemprot kemudian boleh masuk dan salat berjemaah,” ungkapnya.

Tidak hanya diaplikasikan di masjid, bilik dan alatnya juga digunakan untuk warga usai beraktivitas. Setidaknya, bilik tersebut menjawab rasa khawatir warga akan wabah virus corona. “Ya senang mas, karena ada ini setidaknya kita lebih aman ya. Sebelumnya kita khawatir untuk salat berjemaah, sekarang bisa lebih tenang,” pungkasnya. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar