Pendidikan & Kesehatan

Cegah Bullying, Pemkot Mojokerto Maksimalkan PIK-R di Sekolah

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat berdiskusi dengan para siswa saat kunjungan ke sekolah-sekolah beberapa waktu lalu. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com)Bullying atau perundungan dapat menimpa antar siswa di sekolah manapun. Untuk mencegah terjadinya perundungan di Kota Mojokerto, Wali Kota IKa Puspitasari memaksimalkan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah-sekolah.

Melalui Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, berbagai upaya mencegah terjadinya perundungan telah disiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto sejak lama. Melalui PIK-R, yang dimotori langsung oleh siswa-siswi, diharapkan mampu mencegah bullying yang saat ini kembali mencuat di permukaan.

PIK-R sebagai wadah agar para pelajar lebih aktif mengembangkan kreatifitasnya. Sehingga mampu menekan bullying sedini mungkin. “Kami ada ruang khusus siswa, yang bisa dimanfaatkan untuk mengeksplor kreatifitasnya di PIK-R,” ungkap, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid, Senin (10/2/2020).

Pusat informasi konseling remaja yang ada di setiap sekolah, lanjut Amin, saat ini diperuntukkan untuk lingkup Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sedangkan, untuk sekolah dasar (SD) pihaknya memaksimalkan peran guru pendamping kelas secara maksimal.

“Untuk SD, kami maksimalkan dengan satgas yang setiap harinya memonitoring kegiatan dan kondisi siswa. Karena guru pendamping kelas, akan lebih paham kondisi psikologi masing-masing siswa yang ditemuinya setiap hari,” jelas mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini.

Wali Kota Ika Puspitasari menambahkan, selain memaksimalkan PIK-R di sekolah, Pemkot juga menerapkan study parenting yang rutin diselenggarakan setiap bulannya untuk para orang tua. Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menjalin komunikasi antara guru dan komite dengan orang tua.

“Study parenting untuk orang tua, merupakan forum antara guru dengan orang tua untuk mengetahui perkembangan anak selama di sekolah. Study parenting orang tua dan PIK-R untuk siswa ini, terus kami maksimalkan. Agar bullying di sekolah bisa ditangkal sedini mungkin. Kami terus arahkan anak-anak dengan berbagai kegiatan yang positif, untuk mengasah kreativitasnya,” katanya.

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab Wali Kota Mojokerto), Pemkot memberikan wadah khusus agar mereka bisa mengeksplor kemampuan dan bakatnya. Ketika anak sudah sibuk dengan hobi kesukaan mereka, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, pihaknya yakin bullying tidak akan terjadi. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar