Pendidikan & Kesehatan

Cara Unesa Siapkan Kecakapan Hadapi Era Digital

Surabaya (beritajatim.com) – Dampak masif revolusi industri generasi keempat terus menjadi perhatian utama bagi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Untuk menyiapkan kecakapan menghadapi era digital, Unesa menggelar The 3th  Social Science, Humanity, Education  Conference (SoSHEC) 2019.

Gelaran ini sekaligus menjadi langkah lanjut Unesa setelah minggu lalu, mengkajinya dalam konteks inovasi pendidikan dalam International Conference on Education Inovation (ICEI) 2019. Kali ini Unesa mendiskusikannya dalam kerangka literasi media di Konferensi Internasional SoSHEC 2109 yang berlangsung di Hotel Golden Tulip, Jl. HR Muhammad, Surabaya, Sabtu (31/8/2109).

Mengusung tema “Reexamining  Languages, Culture, and Education after Digital Turn, konferensi ini menghadirkan beberapa pembicara kunci skala global, yaitu Andrzej Cirocki,Ph.D (Lecture at the Departement Of Education University of York, UK), Diana Butler, Ph.D (International Foundation for Dharma Nature Time and Kajian Budaya Doctoral Studies Program Universitas Udayana,), dan Dr. Xiao Renfei (Central China Normal University,China).

Sebagai penanda pembukaan kegiatan, dilakukan pemukulan gong oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Dr. Trisakti, M.Si. Dalam pembukaan tersebut, Trisakti menyampaikan bahwa konferensi ini sangatlah penting karena sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh era digital ini.

“Dengan mengusung tema yang mengkaji ulang mengenai bahasa, budaya, dan pendidikan setelah era digital, yang tentu saja dengan perkembangan zaman menuntut kita untuk selalu beradaptasi. Di era digital ini dibutuhkan keterampilan literasi digital yang dapat dimasukkan dalam praktek pendidikan karena kita adalah tenaga akademisi dan pendidik,” ucapnya.

Trisakti juga mengatakan bahwa konferensi ini sangatlah tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang diakibatkan oleh era digital dan dapat menghasilkan karya inovatif yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap konferensi yang membahas tentang mengkaji ulang bahasa, budaya, dan pendidikan menghasilkan karya inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat membantu mereka untuk mengatasi berbagai permasalahan di era digital saat ini,” tandasnya.

Didik Nurhadi, Ketua Panitia menambahkan, tema tahun ini berangkat dari keinginan untuk meningkatkan literasi digital terhadap media di era Revolusi Industri 4.0. Menurutnya, konferensi mengupayakan relevansi dengan kondisi masyarakat yang sedang berkembang.

“Melalui konferensi ini diharapkan para peneliti maupun akademisi dapat saling bertukar gagasan dan juga membangun komunikasi dan dapat menghasilkan lebih banyak karya ilmiah, khususnya yang sesuai dengan tema hari ini,” tegasnya.

Dalam forum ilmiah ini, terdapat 106 presenter yang akan memaparkan hasil penelitiannya. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan dan daerah, diantaranya para peneliti, mahasiswa, praktisi pendidikan, hingga pakar pendidikan yang berasal dari Surabaya, Jogja, hingga Bandung.

Para presenter tak hanya berasal dari Indonesia, melainkan juga mancanegara seperti China, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar