Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa UMSurabaya Lakukan Sosialisasi

Cara Potong Hewan Kurban Sesuai Protokol Kesehatan Covid

Surabaya (beritajatim.com) – Hari raya Idul Adha 1441 H yang identik dengan Kurban sudah semakin dekat. Namun, Idul Adha tahun ini cukup berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, pandemi Covid-19 pun mengharuskan kita umat islam tidak hanya melakukan tata cara pemotongan hewan kurban sesuai syariat islam, tetapi juga harus patuh protokol pencegahan Covid-19.

Untuk itu, sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) memberikan edukasi kepada masyarakat dengan cara terjun ke tempat pembelian hewan kurban di beberapa titik di Surabaya.

Menurut Dosen FIK UMSurabaya, Dr Mundakir SKep Ns MKep, edukasi tentang pemotongan hewan yang aman dan sehat adalah langka cerdas sebagai bagian dari langkah pencegahan penyebaran virus Corona.

“Jangan sampai semangat berkurban, malah menimbulkan masalah baru, yaitu terjadinya penularan virus corona di tengah masyarakat,” terang Mundakir.

Edukasi pemotongan hewan kurban diperagakan oleh beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan kepada warga yang menjual hewan kurban.

Menurut Mundakir, masyarakat harus tetap memperhatikan protocol Kesehatan di tengah merayakanan Idul Adha.

“Tidak hanya memberikan edukasi tentang potongan hewan kurban, kami juga memberikan bantuan pembagai field shield dan masker. Pencegahan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Muhammad Nurus Samsi Maarif, Mahasiswa FIK UM Surabaya menjelaskan ada beberapa hal yang diperhatikan saat pemotongan kurban.

“Pertama harus memastikan lokasi pemotongan hewan kurban sudah mendapat izin dinas kesehatan setempat. Panitia dan petugas terbatas dan menggunakan masker dan lengan Panjang,”urainya.

Kedua, setiap petugas harus menggunakan alat pelindung diri (APD). Ketiga, Hewan wajib dilakukan pemeriksaan sebelum dipotong dan setelah dipotong.

“Setelah selesai bertugas, para panitia dan petugas juga direkomendasikan untuk langsung mandi dan berganti pakaian sebelum melakukan kontak langsung dengan keluarga atau orang lain,”pungkasnya.

Aksi mahasiswa ini direspon positif oleh para pedagang. Mulyono salah satu pedagang mengungkapkn selama ini tidak ada edukasi yang diberikan terkait penyembelihan hewan kurban.

“Sebagai pedagang kami menjamin layak untuk kurban, kalau pemotongan tidak kami perhatikan. Jadi kalau ada edukasi begini kmai ya terbantu menjelaskan ke konsumen,”urainya.

Di wilayah penjualan hewan Kurban area MERR dikatkn Mulyono dalam sehari bisa 500 sampai 1000 orang yang datang, sehingga pedagang tidak bisa memberikan edukasi ubtuk menjamin hewan kurban aman selama pemotongan. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar