Pendidikan & Kesehatan

Cara GMBI Gelorakan Literasi di Bumi Reyog

Pemenang Lomba Menulis Dan Penerbitan Buku Gerakan Sekolah Menulis Buku Tahun 2018 . [foto: Istimewa]

Ponorogo (beritajatim.com) – Gelora virus literasi akan menjangkiti pelajar bumi reyog. Pasalnya pada Oktober mendatang, akan diadakan gerakan sekolah menulis buku (GSMB) Nasional di Ponorogo. Kegiatan tersebut diinisiasi dan diselenggarakan oleh Gerakan Menulis Buku Indonesia (GMBI) bekerjasama dengan dinas terkait.

“Untuk Ponorogo rencananya akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2019,” kata Founder GMBI Lenang Manggala, Sabtu (28/9/2019).

Penulis asal Ponorogo ini mengungkapkan hingga ditutupnya pendaftaran gelombang pertama pada akhir Agustus lalu, sebanyak 300 sekolah dan 300.000 lebih siswa telah mendaftar GSMB Nasional 2019. Sekolah yang mendaftar itu tersebar di berbagai kota maupun kabupaten di Indonesia termasuk Ponorogo.

“GSMB Nasional ini mengajak siswa mulai tingkap SD hingga SMA untuk menulis. Karya mereka nanti akan dibukukan bersama beberapa penulis tamu seperti Oka Rusmini dan Okky Madasari,” ungkapnya.

GSMB Nasional ini terdiri dari beberapa kegiatan yang meliputi lomba menulis puisi, lomba menulis cerpen, lomba menulis artikel, penerbitan buku, peluncuran buku, lokakarya dan seminar. Selain itu juga ada penganugerahan juara, pemecahan rekor MURI, serta diakhiri aksi donasi semangat sejuta buku untuk Indonesiaku.

“Program ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” katanya.

Lenang menambahkan lomba menulis puisi maupun cerpen ditujukan untuk menjadi media ekspresi, memicu gairah berkarya, melatih kompetensi, serta menumbuhkan minat baca. Penganugerahan juara ditujukan sebagai apresiasi dan penanaman semangat kompetisi sejak dini.

Lokakarya dan seminar kepenulisan untuk menebarkan inspirasi, memberikan penanaman pendidikan karakter, dan memberikan pelatihan kompetensi. Lalu aksi donasi buku adalah upaya untuk menanamkan sifat kepedulian pada sesama, menambah ketersediaan bahan baca gratis, memicu minat baca, menjadi sumber inspirasi, dan implementasi pendidikan karakter.

“Masa depan Indonesia yang menyala adalah cita-cita, pengembangan budaya literasi adalah cara, dan program Gerakan Sekolah Menulis Buku adalah upaya nyata bersama untuk meraih cita-cita,” pungkas Lenang Manggala.[end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar