Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Capaian Vaksinasi di Kepulauan Sumenep Tinggi, di Daratan Justru ‘Melempem’

Pelaksanaan vaksinasi serentak di halaman Pemkab Sumenep beberapa waktu lalu (foto : Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Capaian vaksinasi dalam seminggu terakhir di wilayah kepulauan Sumenep menunjukkan kenaikan signifikan. Sebaliknya, di wilayah daratan, capaian vaksinasi justru ‘melempem’.

Berdasarkan data yang ada, capaian vaksinasi mulai 23-30 Agustus 2021, tertinggi di Kecamatan/Pulau Raas yakni sebanyak 2.145 orang. Setelah Raas, capaian vaksinasi tertinggi kedua di Kecamatan/Pulau Sapeken yakni mencapai 1.187 orang.

Sementara untuk capaian vaksinasi di wilayah daratan menempati urutan ketiga setelah Pulau Sapeken, yakni Puskesmas Pamolokan sebesar 1.164 orang. Capaian vaksinasi tertinggi keempat kembali dipegang kecamatan Kepulauan, yakni Puskesmas di Arjasa Pulau Kangean.

Di puskesmas-puskesmas lain di wilayah daratan, capaian vaksinasinya selama seminggu terakhir tidak mencapai 1.000 orang. Sebagian besar berkisar di angka 700-an. Capaian terendah terjadi di Puskesmas Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang. Dalam waktu seminggu terakhir, capaian vaksinasinya hanya 64 orang.

Camat Raas, Agus Suprayogi, menuturkan, tingginya capaian vaksinasi di wilayahnya merupakan kerja sama yang baik antara Forpimka dengan semua elemen masyarakat mulai kepala desa, ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah setempat. Selain itu, juga tidak lepas dari peran relawan vaksin di Kecamatan Raas.

“Kami melakukan vaksinasi tidak hanya di Puskesmas, tetapi juga ‘door to door’ ke rumah warga. Vaksinasi tidak hanya kami lakukan pagi dan siang hari, tetapi juga malam hari. Ibaratnya kami melayani 24 jam untuk vaksinasi,” ujarnya.

Ia menuturkan, setiap ada kesempatan, pihaknya tidak pernah bosan mengajak masyarakat, dan meyakinkan masyarakat, bahwa vaksinasi itu tujuannya baik, supaya terhindar dari paparan virus corona. “Kami tidak pernah memaksa masyarakat agar ikut vaksinasi. Kami sadar, tidak sedikit masyarakat yang masih percaya ‘hoax’ tentang vaksin. Pelan-pelan kami berusaha meyakinkan bahwa vaksin yang digunakan ini aman dan halal,” ujarnya. (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar