Pendidikan & Kesehatan

Camat Sawahan Klaim 20 Tenaga Kesehatan Puskesmas Banyu Urip Negatif

ilustrasi: rapid test

Surabaya (beritajatim.com) – Kabar terbaru datang dari Puskesmas Banyu Urip, Surabaya. Setelah dikabarkan 20-an tenaga kesehatannya positif covid-19, dari pesan berantai yang beredar. Kini Camat Sawahan mengumumkan pesan terbaru.

Camat Sawahan, Yunus, mengatakan saat ini dirinya mendapat informasi bahwa 20 tenaga kesehatan di Puskesmas Banyu Urip sudah negatif covid-19. Informasi itu ia peroleh dari grup Tim Tracing Kecamatan Sawahan. “Ini kabar terbaru saya terima hasil swab ulang 20 nakes negatif,” kata Yunus, Selasa (14/7/2020).

Para tenaga kesehatan itu, sudah dilakukan swab ulang di Rumah Sakit Husada Utama tanggal 13 Juli 2020. Sebelumnya, ia juga membenarkan adanya informasi bahwa tenaga kesehatan di Puskesmas Banyu Urip positif covid-19.

Yunus mengatakan bahwa dia dan kepala puskesmas sawahan berada di satu di grup whatsapp yang sama. Sehingga adanya laporan tersebut memang wajar untuk koordinasi. “Memang ada laporan seperti itu. Karena kan memang kota satu grup. Jadi ya laporan biasa. Untuk melaporkan keadaan di lapangan,” kata Yunus.

Yunus mengaku, setelah mendapatkan informasi itu dirinya langsung meneruskan ke Kepala Dinas kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita, untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Selain itu juga untuk berkoordinasi langkah selanjutnya.

Namun, ia tak mau gegabah melakukan langkah lebih lanjut, meski menjadi kepanjangan tangan Walikota di daerah sawahan. Menurutnya, semua langkah harus sesuai dengan gerak Kadinkes dan gugus tugas covid-19 Kota Surabaya.

“Ini kan puskesmas. Jadi ya saya konfirmasi ke Kadinkes. Sama kayak yang lain mau ngonfirmasi kebenaran. Karena puskesmas itu di bawah Dinkes. Saya rasa Kadinkes juga langsung mengambil langkah ya,” katanya.

Kini, setelah adanya informasi tersebut, Yunus mengakui jika puskesmas sawahan tetap beroperasi seperti sedia kala. Ia mengaku belum ada langkah, untuk mengimbau kepada warga yang ingin berobat, berpindah ke puskesmas lain. “Masih beroperasi. Kalau pindah-pindah, ya itu nunggu dari Kadinkes dulu,” katanya. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar