Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Bupati Trenggalek Sambut Kedatangan Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional Rusia

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Sambut Kedatangan Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ) Internasional di Rusia, Dewi Yukha Nida atau yang erat disapa Ning Nida di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Trenggalek (beritajatim.com) – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Sambut Kedatangan Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional di Rusia, Dewi Yukha Nida atau yang erat disapa Ning Nida di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Tentunya suatu kembanggan bagi Bupati Trenggalek karena salah satu warganya berhasil mengharumkan nama Trenggalek di kancah Internasional. Dan prestasi itu dibidang Al Qur’an.

“Saya tidak bisa berkata-kata, apalagi Trenggalek namanya mencuat di Internasional dan ini karena Al Qur’an. Jadi saya sangat trenyuh,” ungkapnya Selasa itu.

Bupati Mochamad Nur Arifin menyambut kedatangan Dewi Yukha Nida atau Ning Nida perempuan asal Trenggalek, Bupati Trenggalek ini mendapatkan hadiah Surah Ar Rohman dari Ning Nida. Lantunan Surah Ar Rohman sendiri diharapkan dapat membawa kemurahan Allah bagi pemerintahan bupati muda ini di Trenggalek.

 

Tidak hanya Ar Rahman, Bupati Trenggalek juga mendapatkan hadiah Shalawat Nabi dari Ning Lia adik kandung Ning Nida yang kebetulan mendapingi jawara MHQ international intu manghadiri undangan Bupati Arifin di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Sambut Kedatangan Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional di Rusia, Dewi Yukha Nida atau yang erat disapa Ning Nida di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Suara keduanya memang sangat merdu, dan menyejukkan bagi tamu undangan yang hadir. Bahkan mata Bupati Trenggalek sempat terlihat berkaca-kaca mendengar suara merdu keduanya.

“Seharusnya saya dan jajaran yang datang kerumah Ning Nida, namun sengaja saya mengundang ke Pendopo karena ingin keberkahan Al Qur’an dari juara MTQ Internasional membawa kebaikan bagi kami dan Kabupaten Trenggalek,” ungkap Bupati Nur Arifin saat menyambut jawara MTQ internasional itu.

Sebagai orang yang hafal Al Quran dan jawara internasional dalam tafsir Al Quran tentunya orang seperti Ning Nida ini perlunya untuk dijaga. “Al Qur’an yang sudah lama dan mungkin kertasnya sudah sobek-sobek saja kita rawat dan kita jaga, apalagi Ning Nida ini yang hafal Al Qu’ran dan juga juara Internasional tafsir Al Qur’an, tentu patut kita jaga. Ibaratnya Al Quran berjalan,” sambungnya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Sambut Kedatangan Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional di Rusia, Dewi Yukha Nida atau yang erat disapa Ning Nida di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Mewakili warga masyarakat Trenggalek, Bupati Arifin tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada perempuan yang telah mengharumkan nama Trenggalek di kancah internasional itu. “Saya tidak bisa berkata-kata, apalagi Trenggalek namanya mencuat di Internasional dan ini karena Al Qur’an. Jadi saya sangat trenyuh,” ungkapnya.

Ning Nida Langganan Juara

Prestasi yang diraih oleh Ning Nida sendiri bukanlah suatu prestasi yang kebetulan karena untuk ikut kompetisi ini harus menjawarai kompetisi serupa yang resmi diadakan oleh pemerintah. Baru setelah itu bisa mendapatkan tiket untuk mengikuti ajang internasional.

Bahkan MTQ di Rusia ini bukan ajang pertama bagi Ning Nida. Perempuan asal Desa Ngadisoko, Kecamatan Durenan Trenggalek itu pernah 2 kali ikut dalam kompetisi yang sama. Di Jordania masuk 5 besar dan di Dubai tahun 2019 masuk semi finalis.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Sambut Kedatangan Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional di Rusia, Dewi Yukha Nida atau yang erat disapa Ning Nida di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Kemudian di Rusia ini mengalahkan perwakilan dari Inggris yang menjuarai MTQ tahun 2019 di Dubai. Untuk kompetisi tingkat nasional, Ning Nida tidak pernah absen sejak tahun 2015 hingga tahun 2020.

“Alhamdulillah tentunya bersyukur dan berbahagia. Tidak bisa terungkapkan dengan kata-kata, karena memang sebenarnya perjuangan ini bukan buah hasil dari usaha saya sendiri. Tapi merupakan doa dari orang tua, guru-guru, keluarga saya santri-santri dan semua masyarakat dan juga masyarakat Trenggalek,” ungkap Ning Nida kepada awak media.

“Mengikuti kegiatan ini, jadi kita harus juara MTQ Nasional dulu, MTQ yang resmi diadakan oleh pemerintah. Jadi otomatis nama saya akan masuk di kementerian pusat, kemudian ketika ada undangan dari Rusia, maka nanti Kemenag pusat akan memanggil saya,” imbuhnya.

Event tingkat nasional, pernah ia ikuti berkali-kali, dan tidak bisa disebutkan satu persatu. Dari 2015 hingga 2020, dia tidak pernah absen mengikuti MTQ. “Kesan yang sangat saya rasakan ketika mengikuti MTQ di rusia ini, masyarakat di sana sangat ramah, welcome sama tamu. Disana juga ada yang selalu menemani setiap hari, terus kemudian yang tidak lepas dari MTQ ini adalah ilmunya,”

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Sambut Kedatangan Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional di Rusia, Dewi Yukha Nida atau yang erat disapa Ning Nida di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha.

“Jadi sambil menyelam minum air, karena di sana otomatis kita dikoreksi syekh-syekh dan Mufti dari berbagai negara. Ada dari Mesir ada dari Turki, ada dari Arab Saudi dan lain-lain,” lanjutnya.

Yang kedua, imbuhnya. sebenarnya MTQ ini bukan untuk gengsi-gengsian dan yang lain-lain. “Karena ini memang Amanah, karena ini Alquran, tetapi saya niat untuk syiar Al-Quran. Terutama di Eropa saya bisa mensyiarkan Alquran di sana. Nanti juga di Indonesia, di masyarakat, agar masyarakat juga bersemangat dalam belajar dan menghafalkan AlQuran. Semoga bisa menjadi motivasi untuk mereka semua,” lanjutnya.

“Kompetisi yang saya ikuti adalah hafalan 30 juz dan soalnya diacak. Kedepan saya ingin terus berjuang, menyebarkan ilmu ini dan saya berharap semoga ada generasi-generasi yang lebih baik lagi terutama di daerah Trenggalek. Otomatis karena kami bercita-cita seperti itu, jadi saya harus memulai dari nol, memulai menyimak santri dari juz 1 sampai 30 dulu baru dibina dan dilatih,” tutupnya.

Bupati Arifin menyampaikan, keinginan ning, ingin melakukan kaderisasi di sini dengan standarisasi hafalan Al Qur’an yang proper secara internasional. “Ini akan coba kita diakusikan lebih lanjut antara pemerintah dan juga Kementrian Agama serta seluruh TPA, TPQ, Madin mungkin, pondok pesantren semua memiliki potensi,” ujar kepala daerah muda itu.

“Di sini yang juara international. Ini satu modalitas untuk kita. Semiga kedepan ada lebih banyak generasi Qur’ani di Trenggalek,” tandasnya. [nm/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar