Pendidikan & Kesehatan

Bantu Masyarakat Terdampak PPKM Darurat

Bupati Sumenep Minta ASN Belanja Sembako di Warung Sekitar Rumah

Bupati Sumenep Ach Fauzi (foto: Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Bupati Sumenep meminta seluruh ASN di lingkungan Pemkab setempat untuk membantu masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satunya dengan cara berbelanja sembako di warung atau toko kelontong sekitar rumah mereka.

“Ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat yang terdampak PPKM. Selain itu, dengan belanja di warung dekat rumah, berarti juga membantu pemulihan ekonomi masyarakat. Sekaligus untuk memperingati Hari Jadi Koperasi ke-74 dan hari UMKM tahun 2021,” kata Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, Jumat (23/07/2021).

Sesuai surat edaran (SE) Bupati Sumenep, komoditas belanja yang harus dibeli di warung sekitar rumah berupa beras, dengan ketentuan eselon Il minimal 50 Kg; eselon III minimal 25 Kg; eselon IV minimal 10 Kg; staf minimal 5 Kg. Sedangkan untuk non ASN sesuai dengan kemampuan masing- masing.

“Jadi yang bukan ASN juga boleh mengikuti program ini, kalau memang merasa mampu dan ingin membantu yang terdampak PPKM,” ujar Fauzi.

Ia menjelaskan, belanja beras di toko atau warung di sekitar rumah ASN atau non ASN akan dikumpulkan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Termasuk di Puskesmas dan unit kerja lainnya.

“Setelah dikumpulkan di OPD masing-masing, kemudian diteruskan ke Tim Satgas Covid-19 Sumenep. Nah, hasil belanja ASN dan Non ASN itu akan disalurkan kepada masyarakat terdampak PPKM, dengan tetap memperhatikan memperhatikan protokol kesehatan,” terangnya.

Menurut Fauzi, dalam situasi seperti sekarang ini, diperlukan kebersamaan untuk melawan pandemi Covid-19. Termasuk menghadapi bersama-sama, dampak perekonomian yang dirasakan masyarakat.

“Intinya kita perlu bergotong royong menghadapi pandemi Covid-19. Mari kita saling membantu, serta saling mengingatkan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya. [tem/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar