Pendidikan & Kesehatan

Riset untuk Rakyat

Bupati Pamekasan: Riset Dapat Wujudkan Perubahan

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menilai kegiatan forum riset bertajuk Riset untuk Rakyat yang digagas Dewan Riset Daerah (DRD) Pamekasan, sebagai forum perubahan dalam meningkatan sektor kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Forum Riset; Riset untuk Rakyat yang digelar di Mandhepa Agung Ronggosukowati Jl Pamong Praja Nomor 1, Kamis (3/12/2020). Sekaligus mengapresiasi program yang mendapat respon positif dari pimpinan Perguruan Tinggi (PT) di Pamekasan.

‘Kita memaklumi bahwa perubahan besar dimulai dari beragam sudut pandang yang luas, tentunya juga harus berangkat dari sebuah teori epistemologi yang bagus dan mapan. Sehingga dibutuhkan yang namanya riset untuk menggali sudut pandang baru,” kata Bupati Badrut Tamam.

Selain itu, bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut juga meyakini jika riset dapat memberikan perubahan signifikan untuk beragam sektor pembangunan, termasuk di daerah yang dipimpinnya. “Awalnya kami penasaran bahwa riset dapat memberikan perubahan, apalagi selama ini hanya dilakukan di lingkungan kampus,” ungkapnya.

“Kami meyakini bahwa riset bagian dari ijtihad dalam menggali sebuah sudut pandang baru, pemerintah bersama Perguruan Tinggi sangat perlu duduk bersama dan bersinergi melakukan beragam kajian, sekaligus menyamakan persepsi mewujudkan knowladge to change,” jelasnya.

Salah satu dosen IAIN Madura, Ahmad Muchlis mempresentsikan hasil riset dalam Forum Riset untuk Rakyat di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Kamis (3/12/2020).

Tidak hanya itu, pihaknya berharap hasil riset di berbagai Perguruan Tinggi nantinya dapat memberikan kontribusi konkrit untuk mendorong sektor pembangunan khususnya di kabupaten Pamekasan. “Kita harapkan hasil riset ini tidak hanya sebatas teori, tetapi dapat diterapkan oleh para stakeholders,” harapnya.

“Dari itu kami sangat senang sekali jika riset ini didesain dan dirancang secara serius, sehingga hasil riset ini nantinya dapat diaplikasikan melalui konsep terapan dan tidak hanya sebagai bagian dari pengetahuan semata,” pungkasnya.

Seperti duketahui, terdapat sebanyak 52 artikel hasil penelitian yang diterima dan diseleksi oleh Tim Asesment yang dibentuk DRD Pamekasan. Namun hanya 10 artikel hasil riset dari 10 Perguruan Tinggi yang dinyatakan layak melalui proses review artikel.

Sementara untuk total 52 artikel hasil penelitian meliputi sebanyak 12 artikel dari Universitas Islam Madura (UIM), 10 artikel dari Poltera, 7 artikel dari Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat, serta 6 artikel dari Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan.

Sedangkan 5 artikel lainnya dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, 5 artikel dari STEI Bhakti Bangsa, 2 artikel dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum, serta 1 artikel dari STIDKIS Al-Mardiyah dan 1 artikel dari STIE Madani. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar