Pendidikan & Kesehatan

Bupati Pamekasan Minta Masyarakat Selalu Waspada Covid-19

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (tengah) bersama Dandim 0826 Letkol Inf Tedjo Baskoro dan Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar, saat meninjau pos penyekatan Covid-19 di Terminal Kargo, Desa Larangan Tokol, Tlanakan.

Pamekasan (beritajatim.com)Bupati Pamekasan, Badrut Taman kembali mengimbau sekaligus mengingatkan masyarakat di daerah yang dipimpinnya, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap pandemi Coronavirus Disiase 2019.

Hal tersebut juga disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 800/246/432.022/2021 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Situasi Penularan Covid-19 tertanggal 8 Juni 2021. Sekaligus sebagai langkah antisipatif atas lonjakan kasus positif Covid-19 di Bangkalan, Madura.

“Sehubungan dengan hal itu, kami meminta Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga kecamatan, agar kembali melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 dengan memperhatikan level kewaspadaan situasi dan kondisi di wilayah masing-masing,” kata Bupati Badrut Tamam, Kamis (10/6/2021).

Peningkatan sosialisasi dan penegakan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat juga sangat penting untuk kembali dilakukan. “Sangat penting bagi kita semua untuk kembali meningkatkan protokol kesehatan, sekaligus memperkuat kemampuan 3T; Testing, Tracing dan Treatment,” ungkapnya.

“Dari itu kami juga meminta seluruh elemen terkait, agar melaksanakan optomalisasi fungsi Posko Covid-19 di tingkat desa/kelurahan. Tujuannya mencakup fungsi pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung,” sambung bupati muda yang familiar disapa Mas Tamam.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menunda sementara berbagai kegiatan sosial budaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan atau penumpukan massa. Termasuk edaran pengetatan bagi orang yang mengajukan permohonan izin perjalanan ke laur provinsi, kabupaten atau kota.

“Selain itu kami meminta Tim Satgas melakukan pengetatan perjalanan lintas provinsi, kabupaten atau kota tanpa memiliki dokumen administrasi perjalanan. Sehingga kepala desa atau lurah melalui pos desa/kelurahan harus menyiapkan tempat karantina mandiri selama 2×24 jam dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” pintanya.

Dari itu pihaknya berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan, sekaligus memutus rantai penyebaran pendemi. “Dukungan dari semua pihak tentu kami harapkan, karena ini demi kebaikan bersama, yakni menekan penyebaran Covid-19,” harapnya.

Berdasar update peta sebaran virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, terdapat tambahan 6 (enam) pasien baru yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Mereka terdiri dari 5 (lima) warga asal Pamekasan (Kota), serta satu lainnya asal Larangan.

Dengan tambahan tersebut, total pasien positif Covid-19 terdata sebanyak 1.178 orang. Meliputi sebanyak 8 orang dalam tahap isolasi, 91 orang meninggal dunia, serta sebanyak 1.079 orang dinyatakan sembuh pasca menjalani perawatan intensif. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar