Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Bupati Mojokerto: Penyakit Diabetes Akibat Pola Hidup Kurang Sehat

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menghadiri seminar Manajemen Perawatan Luka dan Tata Laksana Diabetes Melitus Terkini. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 1.250 peserta dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pos Pelayanan (Posyan) se-Kabupaten Mojokerto mengikuti seminar Manajemen Perawatan Luka dan Tata Laksana Diabetes Melitus Terkini. Seminar yang digelar RSUD RA Basoeni tersebut digelar secara daring dan luring berlangsung di salah satu hotel di Kecamatan Trawas.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, penyakit diabetes sering terjadi disebabkan karena faktor pola hidup yang kurang sehat. “Sehingga saat ini penyakit tersebut sudah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat. Apalagi saat ini, banyak sekali model makanan-minuman memiliki kalori tinggi yang menyertai gaya hidup para generasi muda,” ungkapnya, Rabu (25/5/2022).

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini mencontohkan seperti minuman-minuman yang dicampur berbagai macam campuran. Meski kelihatan hanya minuman, tetapi lanjut orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini, jika sudah masuk tubuh pengaruhnya sudah sangat luar biasa.

“Pemerintah mengandalkan seluruh Puskesmas untuk menjaga dan mengupayakan agar masyarakat dalam kondisi sehat. Maka semuanya harus siap memberikan pelayanan promotif dan preventif untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto dengan segala kelebihan dan kekurangannya,” tegasnya.

Bupati menekankan, semua rumah sakit milik daerah, baik RSUD RA Basoeni maupun RSUD Prof dr Soekandar untuk selalu menjadi ujung tombak pelayanan utama dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat. Saat ini, pihaknya telah mengupayakan untuk menyelesaikan sarana dan prasarana Puskesmas di Kabupaten Mojokerto.

“Sehingga diharapkan nantinya bisa memberikan pelayanan optimal. Di sisi yang lain juga membantu pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Mojokerto. Baik RSUD RA. Basoeni maupun RSUD Prof dr Soekandar, ini tidak akan beralih kemana-mana karena ini nanti akan masuk lagi dalam pengembangan faskes, sehingga rumah sakit semakin berkembang dan bagus pelayanannya,” pungkasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar