Pendidikan & Kesehatan

Bupati Mojokerto: Orang Tua Tidak Mengizinkan PTM, Tidak Ada Masalah, Ada PJJ

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat sidak PTM di SDN 2 Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN 2 Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Ini dilakukan untuk melihat secara langsung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto mulai, Senin (24/5/2021)

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, sekolah dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto mulai, Senin (24/5/2021) diizinkan untuk melaksanakan PTM. “Sekolah diminta untuk melaksanakan PTM dan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Kedua-duanya,” ungkapnya.

Sekolah wajib memenuhi persyaratan seperti semua guru serta tenaga administrasi sudah mendapatkan vaksin dan PTM mendapatkan izin dari orang tua. Jika orang tua tidak mengizinkan, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini bisa untuk tidak melaksanakan PTM.

“Tidak masalah kalau orang tua tidak mengizinkan, kita tidak boleh memaksa karena ada PJJ dan sekolah wajib melaksanakan PJJ. Sehingga tidak ada anak kita yang tidak mendapatkan pelajaran. Untuk sekolah dibawah Kemenag, tinggal 40 persen yang belum melaksanakan PJJ,” katanya.

Karena belum semua guru menerima vaksin. Menurutnya, lantaran vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan pusat tidak diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dalam jumlah yang banyak, namun bertahap. Sehingga pemberian vaksin kepada guru juga dilakukan secara bertahap.

“Kita selesai semuanya sehingga nanti pada tahun pelajaran baru, semua guru dan tenaga administrasi sudah mendapatkan vaksin. Sekarang ini, kita melaksanakan PTM ini dalam masa transisi. Untuk transisi ini memang jauh lebih ketat, untuk mulai pelaksanaan PTM kita sudah sesuai dengan arahan,” ujarnya.

Masih kata Bupati, pelaksanaan PTM di Kabupaten Mojokerto sudah sesuai dengan arahan Gubenur Jawa Timur. Arahan tersebut ditindaklanjuti dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto untuk melakukan evaluasi terkait perkembangan Covid-19 dan persiapkan PTM.

“Angka penyebaran Covid-19 harus tetap terkendali, pendidikan harus jalan karena tahun ajaran baru arahan dari pusat dengan kesepakatan 4 Menteri, masyarakat harus mulai bangkit. Hari ini, seluruh sekolah dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto melaksanakan PTM,” jelasnya.

Pemkab Mojokerto akan melakukan pantauan dengan melibatkan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Jika ada lembaga pendidikan yang tidak memenuhi syarat dan teknis yang sudah dibuat untuk melaksanakan PTM maka akan dipertimbangkan.

“Apakah PTM di lembaga pendidikan tersebut akan diteruskan dengan perbaikan atau cukup PJJ saja. Untuk tingkat SMP dilakukan Posko PPKM Mikro tingkat kecamatan, untuk SD kebawah dilakukan oleh Posko PPKM Mikro tingkat kecamatan bekerjasama dengan Posko PPKM Mikro tingkat desa,” urainya.

Sementara terkait waktu PTM tidak seperti saat pembelajaran sebelum pandemi Covid-19. PTM digelar satu hari masuk, satu hari libur. Sekolah yang menentukan dan setiap sekolah membentuk Satgas Covid-19 tingkat sekolah. Siswa tidak diizinkan membawa bekal karena waktu sangat pendek. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar