Pendidikan & Kesehatan

Bupati Mojokerto Memutus Stunting Lewat Pemberantasan Anemia

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam acara peringatan JGN ke-61 di halaman Gedung bina Sehat PPNI. [Foto : istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Memutus stunting itu sangat penting, dengan memulai salah satunya menjaga kesehatan remaja putri dan memberantas anemia. Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto saat menghadiri Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-61, Kamis (8/4/2021).

Acara yang digelar di halaman Gedung Bina Sehat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto mengambil tema “Remaja Sehat Bebas Anemia” untuk Gizi Seimbang, Remaja Sehat dan Indonesia Kuat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Sudjatmiko, mengatakan, arah pembangunan kesehatan dititik beratkan pada upaya promotif preventif karena memberikan dampak yang lebih luas dan efisien dari sisi ekonomi. Perbaikan Gizi masyarakat difokuskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan usia remaja.

“Usia remaja menjadi komponen utama pembangunan kesehatan berkelanjutan sebagai investasi terwujudnya SDM berkualitas dan berdaya saing. Remaja putri bebas anemia sangat penting, karena dari mereka akan lahir generasi berkualitas, tidak stunting maupun wasting,” ungkapnya.

Masih kata mantan Direktur RSUD Prof Dr Soekandar ini, memberi mereka tablet penambah darah dan pemantauan gizi adalah salah satu upaya pihaknya. Dinkes nantinya akan mengambil sample bagaimana kondisi makanan di desa dan di sekolah, untuk mengetahui makanan mana yang baik untuk dikonsumsi dan mana yang harus dihindari.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mendukung penuh upaya tersebut sebagai upaya dini mempersiapkan calon ibu yang sehat agar terlahir generasi penerus berkualitas. “Memutus stunting itu sangat penting. Kita bisa memulai salah satunya dengan menjaga kesehatan remaja putri, dengan memberantas anemia,” katanya.

Karena mereka inilah, para calon ibu yang akan melahirkan generasi yang berkualitas. Acara dilanjutkan dengan deklarasi dukungan lintas sektor, untuk pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri. Deklarasi dipimpin Kepala Dinkes dengan penandatanganan oleh Bupati Mojokerto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Kementrian Agama atau yang mewakili.

Pada kegiatan kali ini juga dilakukan penyerahan sertifikat Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, bagi desa yang telah memenuhi kriteria. Antara lain Desa Kedungsari Kecamatan Kemlagi, Desa Nogosari, Pandanarum dan Kembangbelor Kecamatan Pacet.

Desa Kedunggede, Sumberkarang, Mojokarang, Jrambe, Ngembeh dan Sumbersono Kecamatan Dlanggu. Acara ditutup dengan gerakan meminum tablet tambah darah bersama. Turut hadir Wakil Bupati Muhammad Albarraa didampingi Ketua TP PKK Shofiya Hanak Albarraa. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar