Pendidikan & Kesehatan

Bupati Lamongan Ingatkan Jamaah Salat Ied Tidak Lebih dari 50 % Kapasitas Masjid

Bupati Lamongan, Yuhronuf Efendi (YES)

Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (YES), menginstruksikan kepada seluruh Camat dan Kepala OPD untuk melakukan komunikasi sosial, menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat, bahwa ASN menaati peraturan pemerintah terkait PPKM Mikro termasuk larangan mudik.

Intruksi tersebut disampaikan YES saat menggelar Coffee Morning secara virtual dengan jajaran Muspika se-Kabupaten Lamongan, di Command Center Pemkab Lamongan.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 451/10180/012.1/2021 tentang Penyelenggaraan Sholat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 di Saat Pandemi Covid 19 di Jawa Timur.

“Saat ini Kabupten Lamongan tengah berada pada zona kuning Covid 19 jadi sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Timur masyarakat Lamongan boleh menggelar Salat Ied dengan jumlah jamaah tidak boleh lebih dari 50% dari kapasitasnya. Takbir keliling ditiadakan dan dapat dilakukan secara terbatas di masjid atau musholla dengan protokol kesehatan,” arahan Bupati YES, Senin (10/05/2021).

Beliau juga mengingatkan, harus dibentuk kepanitiaan yang menyiapkan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Ied. Seperti penggunaan thermogun, menyiapkan masker bagi jamaah yang tidak memakai masker, dan menyesuaikan durasi khutbah paling lama 10 menit.

Begitupun dengan ASN, YES berharap ASN dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan terutama saat Idul Fitri.

“Kepada seluruh ASN agar tetap mematuhi peraturan pemerintah untuk tidak mudik, hal ini agar dijadikan contoh dan teladan bagi masyarakat Lamongan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Sehingga menghadapi libur Idul Fitri minggu ini tidak terjadi kenaikan kasus Covid 19 di Kabupaten Lamongan,” ungkap Bupati YES.

Sementara itu, Dandim 0812, Letkol Infantri Sidik Wiyono di kesempatan yang sama menyampaikan, bahwa tiap ada hari libur terdapat kenaikan pelaku perjalanan dan selalu terjadi peningkatan kasus Covid 19.

“Puncak peningkatan kasus pada Bulan Nopember, Desember 2020 dan Bulan Januari 2021. Hal tersebut sebanding dengan kenaikan tren pelaku perjalanan di Kabupaten Lamongan yang meningkat pada bulan yang sama yakni Nopember 194 orang, Desember 222 orang, dan Januari 179 orang. Pada minggu kedua Bulan Mei pelaku perjalanan sejumlah 1.134 orang dan akan terus meningkat sampai Idul Fitri,” ungkap Letkol Infantri Sidik Wiyanto.

Sehingga Sidik Wiyanto mengingatkan, bahwa mobilitas yang tinggi tanpa protokol kesehatan maka kasus positif akan lebih tinggi.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Lamongan AKBP, Miko Indrayana mengungkapkan, bahwa ia dan jajarannya akan ikut mendukung langkah pemerintah pusat untuk menanggulangi penyebaran Covid 19.

Data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dr Taufik Hidayat per 8 Mei 2021 jumlah kasus positif di Kabupaten Lamongan sebanyak 2.765 dengan 11 kasus aktif. 6 Kecamatan berada di zona kuning dan 21 lainnya sudah ada pada zona hijau. Dari 474 desa/kelurahan masih terdapat 6 desa zona kuning. Bed Occupancy Rate (BOR) saat ini 9% dari total 537 TT.

Saat ini telah dilakukan pemantauan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari luar negeri. PMI dilakukan pendataan dan pengawasan serta isolasi jika terindikasi positif Covid 19. (ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar