Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Bupati Gus Muhdlor Ingin Serbuan Vaksinasi Merata di Berbagai Tempat 

Sidoarjo (beritajatim.com) – Vaksinasi usia 12-17 tahun dosis 2 kepada seribu pelajar digelar Pemkab Sidoarjo bersama PT. Karya Bintang Mandiri Kecamatan Balongbendo diarea perusahaan, Kamis (16/9/2021).

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) hadir meninjau pelaksanaannya. Pelajar yang mengikuti vaksinasi dari pelajar SMP Proklamasi Balongbendo, SMPN 1 Tarik, SMP Islam Tanwirul Afkar Krian serta SMK Kosgoro 1 Balongbendo dan SMK Yapalis Krian.

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor menyambut baik pelaksanaan vaksinasi yang digelar pihak swasta bersama Pemkab Sidoarjo. Kolaborasi seperti ini sebagai bentuk upaya percepatan vaksinasi bagi pelajar SMP, SMA di Kabupaten Sidoarjo.

Dikatakannya dua hari lalu Kabupaten Sidoarjo mendapatkan vaksin yang cukup besar. Vaksin tersebut ingin dipastikan turun lebih banyak di wilayah Barat Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya di Kecamatan Balongbendo. “Di Balongbendo ini kita juga ingin memastikan Sidoarjo Barat menerima lebih banyak,” ucapnya.

Gus Muhdlor juga berencana akan membuat serbuan vaksin di PT. Karya Bintang Mandiri. Direncanakan 2000 dosis vaksin perhari bisa dilakukan selama 7 sampai 10 hari.

Sambung Gus Muhdlor vaksinasi akan percuma bila dilakukan disatu wilayah saja. “Semakin merata vaksinasi dilakukan, semakin cepat pandemi Covid-19 berakhir. Selain itu juga harus dilakukan bersama-sama,” tukasnya.

Selanjutnya, tambah Gus Muhdlor, Kecamatan Tarik akan didorong untuk melakukan serbuan vaksin. Dirinya melihat kesiapan Kecamatan Tarik sudah cukup bagus.

Puskesmas Tarik sudah memiliki rawat inap. Personil tenaga kesehatannya lebih banyak. Untuk itu dirinya akan cek kesiapannya untuk melakukan vaksinasi seribu sampai seribu lima ratus dosis perhari disetiap desa di Kecamatan Tarik.

“Ada beberapa catatan di kami tentang vaksinasi lansia yang dalam tanda kutip kalau tidak dijemput tidak bisa, beberapa waktu lalu kita sering melakukan vaksinasi di GOR, lima ribu, sepuluh ribu, ini umumnya adalah usia produktif. Sekarang kita akan lebih turun kebawah agar Lansia lebih terjangkau,” paparnya menutup. (isa/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar