Pendidikan & Kesehatan

Buat Buku Strategi Percepatan Penanganan Covid-19, FK Unair Beri 3 Strategi Baru

Jajaran Pakar FK Unair yang menyusun Buku Strategi Percepatan Penanganan Covid-19 di Jawa Timur bersama Dekan dan Laksamana Nalendra.

Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) kembali mengambil peran untuk memberikan solusi terkait percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.

Kali ini bersama Laksamana Pertama TNI dr Nalendra Djaya Iswara SpB SpBTKV, selaku Penanggung Jawab RS Darurat Covid-19 Indrapura untuk merumuskan sebuah buku panduan ‘Strategi Percepatan Penanganan Covid-19 di Jawa Timur’, Jumat (24/7/2020), di FK Unair.

Laksamana Nalendra mengatakan bahwa ia diberi mandat oleh pimpinan pusat untuk mencari tahu keadaan dan kondisi Covid-19 di Jawa Timur khususnya Surabaya, juga untuk mencari strategi percepatan penanganannya. “Ada suatu misi dari Pimpinan untuk membuat strategi penyelesaian Covid di Surabaya, untuk hal ini kami harus melibatkan pakar dan pakar terbaik semua ada di Unair,” ujar Laksamana Nalendra.

Buku ini pun disusun melalui data yang dihimpun oleh tim penanganan Covid-19 dari FK Unair dan diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari 1 minggu. “Kami sampaikan ke pemimpin untuk supaya tahu apa yang sebenarnya terjadi di Surabaya di Surabaya maupun di Jawa Tengah Strategi apa yang harus disampaikan yang akan dilaksanakan di Jawa Timur,” terangnya.

Dekan FK Unair Prof Soetojo Wirjopranoto pun mengatakan bahwa buku ini dibuat oleh pakar yang menangani Covid-19. Nantinya diharapkan mampu menjadi rujukan pemerintah dalam menangani Covid-19. “Banyak pakar pakar yang menangani Covid-19 yang membuat buku ini. Harapannya pemerintah bisa menjadikan ini sebagai panduan dan strategi penanganan Covid-19”

Dr Moh Shoifi, anggota Tim FK Penanganan Percepatan Covid-19 menerangkan dalam buku ini berisikan setidaknya 3 hal baru yang bisa dilakukan sebagai panduan dan strategi penanganan Covid-19. “Ada tiga hal yang bisa kita tawarkan, bukan berarti ini menggantikan strategi yang sudah ada, tapi ini kita sedang mencoba untuk membuar puzzle puzzle baru dari strategi yang sekarang sudah kita lakukan,” ungkap dr Shoifi.

3 tawaran baru tersebut, yakni:
• Melokalisir area dengan penerapan protokol kesehatan dengan menggerakkan mahasiswa sebagai agen preventif yang tidak langsung menjadi garda terdepan melainkan terjun kemasyarakat sebagai pemberi edukasi terkait pola hidup sehat dan bersih dan protokol pencegahan Covid-19. Dalam hal ini pun FK Unair sudah membentuk gerakan Mahasiswa Bakti Negeri yang bersifat promotif preventif kepada masyarakat.

• Putus rantai penularan, bagimana peningkatan kapasitas laboratorium dan manajemen kualitas yang lebih baik. Dengan demikian proses penanganan untuk menurunkan CVR salah satunya itu juga bisa tercapai.

• Treatment Adikuat, yakni merupakan program penguatan jalur treatment atau penanganan. FK Unair sendiri telah membuat satu aplikasi One Gate System atau sistem integrasi rumah sakit rujukan se Jatim yang disebut OneGateSystem Covid Hub. Saat ini melalui Covid Hub telah terintegrasi 101 RS Rujukan se Jatim.

One Gate System Covid Hub ini pun memiliki beberapa manfaat yakni interkoneksi sesama rumah sakit rujukan Covid-19 se Jatim. Waktu menjadi lebih efektif. Adanya koordinasi agar tidak terjadi penumpukan di salah satu RS. Memiliki Call Centre dan Posko terpusat di rumah sakit indrapura. Distribusi pasien dari RS satu ke lainnya melalui 1 pintu atau one gate sistem.

“Sistem ini kita buat dari FK Unair dan dorongan juga dari Pak Dekan Soetojo dan difasilitasi oleh Pangdam 5 Brawijaya. Alhamdulillah dengan sistem ini kami di fasilitas posko terpusat Covid Hub di RS Indrapura,” pungkas dr Shoifi. [adg/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar